Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melalui Kelompok KKN 58 menghadirkan program Rumah Belajar berupa bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi siswa SD dan SMP di Desa Tlogopayung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal.
Program Rumah Belajar dilaksanakan secara rutin setiap Jumat pukul 13.00 WIB untuk berbagai mata pelajaran dan Minggu pukul 08.00 WIB dengan fokus pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan tersebut bertempat di posko KKN Kelompok 58 UPGRIS.
Program ini digagas setelah mahasiswa KKN UPGRIS melihat masih adanya anak-anak di Desa Tlogopayung yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran dan belum memiliki akses terhadap bimbingan belajar tambahan di luar jam sekolah. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menyediakan ruang belajar gratis yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dari jenjang SD hingga SMP.
Menurut Nirma Septi Cahyani, salah satu mahasiswa KKN UPGRIS sekaligus koordinator program Rumah Belajar, kegiatan tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami materi yang dirasa sulit sekaligus menumbuhkan semangat belajar di luar jam sekolah. Nirma menjelaskan bahwa gagasan Rumah Belajar muncul dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi anak-anak di Desa Tlogopayung yang membutuhkan ruang belajar tambahan.
“Kami melihat masih banyak anak-anak di Desa Tlogopayung yang kesulitan memahami pelajaran, tetapi belum memiliki akses bimbingan belajar tambahan. Karena itu kami berinisiatif membuka bimbel gratis ini agar mereka punya tempat bertanya dan belajar bersama di luar jam sekolah,” kata Nirma Septi Cahyani.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Rumah Belajar diawali dengan pendampingan siswa dalam mengerjakan tugas sekolah. Mahasiswa KKN membantu siswa memahami soal sekaligus memberikan penjelasan terhadap materi yang belum mereka kuasai.
Setelah pendampingan tugas, kegiatan dilanjutkan dengan penguatan materi pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Mahasiswa tidak hanya menggunakan metode ceramah, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi dalam kelompok kecil, melakukan tanya jawab, serta menggunakan permainan edukatif.
Metode belajar yang santai dan interaktif tersebut diterapkan agar siswa tidak merasa terbebani selama mengikuti kegiatan. Dengan suasana yang lebih nyaman, siswa diharapkan lebih berani bertanya dan aktif mengikuti proses pembelajaran.
Koordinator Rumah Belajar, Nirma Septi Cahyani, menilai bahwa menciptakan suasana belajar yang nyaman merupakan bagian penting dalam pendampingan siswa. Menurutnya, siswa perlu diberikan ruang untuk bertanya dan menyampaikan kesulitan tanpa merasa takut salah.
Rumah Belajar tidak hanya berfokus pada materi akademik. Pada setiap pertemuan, mahasiswa KKN juga menyisipkan sesi motivasi belajar. Siswa diajak menetapkan target belajar sederhana serta mendapatkan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan.
Pendekatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun kebiasaan belajar mandiri sejak dini. Selain itu, mahasiswa menyediakan sesi tanya jawab santai. Dalam sesi tersebut, siswa bebas menyampaikan kesulitan belajar maupun berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan sekolah. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa KKN berusaha menjadi lebih dari sekadar pengajar. Mereka hadir sebagai teman belajar yang dapat mendampingi siswa, mendengarkan kesulitan mereka, dan membantu mencari solusi bersama.
Program Rumah Belajar mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Tlogopayung dan masyarakat. Kepala Desa Tlogopayung, Andy Hermanto, S.Pd., mengapresiasi mahasiswa KKN UPGRIS yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak belajar.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS yang mau meluangkan waktu untuk mendampingi belajar anak-anak di sini. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan membantu meningkatkan semangat belajar anak-anak di Desa Tlogopayung, sehingga prestasi mereka di sekolah juga ikut meningkat,” ujar Andy Hermanto, S.Pd.
Dukungan juga datang dari warga dan orang tua siswa. Keterbatasan akses terhadap bimbingan belajar tambahan membuat program Rumah Belajar dinilai memberikan manfaat bagi anak-anak di Desa Tlogopayung. Orang tua siswa berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut meskipun masa KKN mahasiswa UPGRIS telah berakhir. (*)

