UPGRIS Lepas 40 Mahasiswa ke Malaysia untuk Program “International Experiential Learning”

Universitas PGRI Semarang melepas 40 mahasiswa untuk mengikuti program International Experiential Learning ke dua perguruan tinggi di Malaysia, yakni Universiti Teknologi Malaysia dan Universiti Teknologi Petronas.

Langkah itu menjadi bagian dari strategi penguatan internasionalisasi kampus sekaligus pemenuhan target Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi. Pelepasan para peserta berlangsung dalam seremoni Student Dispatch Ceremony “International Experiential Learning (IEL) to Malaysia” di Gedung Pusat Lantai 2 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Semarang, Jawa Tengah, 6 Oktober 2026.

Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keberangkatan mahasiswa ke luar negeri memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi pengembangan kualitas individu mahasiswa maupun kemajuan kampus secara keseluruhan.

“Program internasional ini memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian target Indikator Kinerja Utama, akreditasi institusi, serta implementasi kerja sama luar negeri. Oleh sebab itu, program ini harus terus dijalankan dan diajukan demi mendorong pencapaian internasional kampus,” ujar Rektor.

Rektor menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya internalisasi agar civitas akademika UPGRIS terus terlibat aktif dalam pergaulan dunia pendidikan internasional. Meski demikian, para peserta diharapkan tetap menjaga nilai-nilai luhur dan membawa nama baik perguruan tinggi.

“Tetap perhatikan tujuan utama, yaitu membawa nama baik Universitas PGRI Semarang. Teruslah mempromosikan citra positif UPGRIS di dunia internasional,” kata Rektor.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa pelaksanaan program outbound IEL gelombang keempat ini dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 17 Oktober 2026.

Nur Hidayat menambahkan, seluruh peserta telah melalui tahapan persiapan yang matang, mulai dari sosialisasi, koordinasi, hingga pengurusan paspor. Usai seremoni pelepasan, para mahasiswa masih akan menerima serangkaian pembekalan intensif mengenai program akademik dan budaya yang akan mereka jalani selama di Malaysia.

Peserta di Universiti Teknologi Malaysia meliputi Muhammad Afif Ahzabi Ainur Rohim dari Bimbingan dan Konseling; Nabila Hanifah Maulana dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar; Nindya Putri Hapsari, Muhkamat Indarsono, Naufal Azkiyak, Andriyan Saputra, Mohamad Candra Winata, Sugeng Haryadi, M Fernanda Alfareza, Dicky Eka Pranata, Shima Anjaniputri, Vitriana Madani Palputri, Sarah Marice Alelang, dan Anas Asih Werdiyarti dari Teknik Sipil; serta Muhamad Ibnu Sifa, Miftahus Surur, Nafisyah Endah Hikmahsari, Anita Muhits, Indah Sulistyo Mukti, dan Syifa Ummy Aiman dari Hukum.

Adapun 20 mahasiswa lainnya ditempatkan di Universiti Teknologi Petronas. Kelompok ini terdiri atas peserta dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Teknik Sipil, Informatika, Teknologi Pangan, Hukum, Manajemen, dan Bisnis Digital.

Delegasi di Universiti Teknologi Petronas mencakup Najwa Salsabila dan Primadona Sekar Langit dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar; Derian Kusuma dari Teknik Sipil; Bintang Bradhiena Surya dari Informatika; Mutiara Dewi Anjani dari Teknologi Pangan; Salsabilla Maharani, Vanessa Citra Kharisma, Anggit Aprilia, Aulia Saharani, Fazira Maulidia, Dimas Eka Saputra, Dila Putri Meylia, dan Enggal Putri Puspitosari dari Hukum; Via Aryunita dan Meisa Caroline Muktiya Alifiana dari Manajemen; serta Lolita Mutiara Bintang, Sisiliani Fachriza Indriany, Muhammad Zakka Arjun Nadaa, Thoriq Zaki Risky, dan Khoirul Munaji dari Bisnis Digital.

Melalui program ini, UPGRIS berharap para mahasiswa mampu memperluas wawasan global serta memperkuat jejaring akademik internasional.(*)