Gelar Bursa Kerja, UPGRIS Berkomitmen Fasilitasi Wisudawan Raih Peluang Kerja

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berkomitmen dampingi eisudawan memasuki dunia kerja. Melalui penyelenggaraan bursa kerja, pihak perguruan tinggi menjembatani para calon wisudawan agar mampu berinteraksi langsung dengan berbagai industri. Kampus berharap wisudawan meraih peluang karier bahkan sebelum prosesi penyerahan ijazah digelar.

Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa pencapaian akademis mahasiswa tidak boleh berhenti hanya pada lembar ijazah atau seremoni wisuda semata. Menurut Rektor, perguruan tinggi bertanggung jawab memastikan para lulusannya memiliki kesiapan mental, wawasan lapangan, serta akses nyata menuju dunia kerja dan industri.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja. Kami memberikan kesempatan kepada para lulusan untuk mengenali, berinteraksi, berkomunikasi, berkonsultasi, hingga mencari pengalaman langsung dari perwakilan industri,” ujar Rektor di sela-sela perhelatan bursa kerja di Balairung UPGRIS, Semarang, Jawa Tengah, 7 Oktober 2026.

Menurut Rektor, keberadaan bursa kerja ini menjadi sarana krusial untuk mengikis batas antara dunia akademik dan kebutuhan nyata pasar kerja. Kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori dan keterampilan teknis di ruang kuliah, tetapi juga menyediakan ruang perjumpaan langsung dengan para perekrut dari pelbagai institusi. Langkah strategis tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran tenaga kerja terdidik ke berbagai sektor produktif.

Rektor menambahkan, ajang bursa kerja ini tidak terbatas hanya untuk internal sivitas akademika UPGRIS. Pihak kampus sengaja membuka pintu bagi masyarakat umum yang tengah berburu peluang karier. Langkah inklusif ini menjadi wujud pengabdian perguruan tinggi dalam membantu masyarakat luas menembus pasar kerja yang kian kompetitif.

“Masyarakat umum juga ada kesempatan untuk mencari informasi dan peluang kerja di sini. Ini bentuk komitmen UPGRIS agar lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat segera memasuki dunia kerja,” kata Rektor.

Dalam perhelatan kali ini, sebanyak 22 perusahaan dari berbagai sektor industri turut berpartisipasi. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang perbankan, manufaktur, perhotelan, hingga industri jasa dan dunia kerja lainnya. Kehadiran beragam sektor ini memberikan pilihan yang luas bagi para pencari kerja sesuai dengan keahlian serta latar belakang disiplin ilmu masing-masing.

Tingginya antusiasme kegiatan ini tecermin dari deretan pencari kerja yang memadati lokasi. Salah satunya adalah Cerly Nurlita Anggraeni, mahasiswa program studi Teknologi Pangan Universitas PGRI Semarang. Ia sengaja memanfaatkan momentum bursa kerja tersebut untuk mencari posisi yang relevan dengan kepakarannya sebelum resmi diwisuda.

“Harapannya tentu setelah lulus kuliah saya bisa berkarier di bidang saya, terutama di bidang pangan karena itu merupakan jurusan saya. Posisi yang paling saya incar adalah quality control dan research and development,” ungkap Cerly. Ia mengaku masih aktif mengirimkan berkas lamaran dan berharap segera mendapatkan panggilan wawancara. Apabila terdapat kesempatan di masa mendatang, ia juga merencanakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

Sementara itu, Ketua Pusat Karier LPP UPGRIS Dr. Prasetyo, M.Pd., menyampaikan bahwa berdasarkan data penelusuran alumni, sekitar 80 persen lulusan UPGRIS berhasil terserap langsung di dunia kerja. Adapun porsi lulusan selebihnya memilih jalur berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Rangkaian bursa kerja UPGRIS diselenggarakan secara luring di Balairung UPGRIS pada 7 Oktober 2026, lalu dilanjutkan secara daring pada 8–9 Oktober 2026 guna memperluas jangkauan akses pencari kerja.(*)