Empat Tim P2MW UPGRIS Lolos ke KMI Expo XVII 2026

Empat tim mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) lolos ke Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026. Keempat tim tersebut mengembangkan usaha di bidang jasa terapi cedera, budidaya, serta inovasi pangan.

Keberhasilan itu menjadi bagian dari capaian mahasiswa UPGRIS dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), program pengembangan usaha mahasiswa yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Belmawa.

Puncak KMI Expo XVII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman, Banyumas, Jawa Tengah. Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan memperkenalkan gagasan kewirausahaan di tingkat nasional.

Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengatakan, perguruan tinggi perlu memberikan dukungan berkelanjutan agar prestasi mahasiswa tidak berhenti pada keberhasilan melewati satu tahapan kompetisi.

“Pihak kampus sangat mendukung tradisi baik berprestasi, baik di ranah kampus maupun di luar kampus. Kami sangat mengapresiasi ini dan akan mengawal sampai mencapai prestasi di tingkat selanjutnya,” kata Rektor.

Empat tim tersebut membawa gagasan usaha dengan karakter berbeda. Tim SportHeal, yang diketuai Vina Dewi Melia, menawarkan jasa terapi cedera berbasis personal recovery untuk mendukung pemulihan secara optimal dan berkelanjutan. Tim ini berada pada kategori jasa, pariwisata, dan perdagangan, dengan tahapan usaha bertumbuh.

Tim kedua, Wirarang, mengembangkan budidaya semut rangrang untuk meningkatkan produktivitas ternak burung secara artifisial. Usaha yang diketuai Lusy Silviana itu juga berada pada tahapan bertumbuh dan masuk kategori budidaya.

Pada kategori yang sama, tim Lab Paws mengusung budidaya hewan uji terstandar bebas patogen dengan sistem sterilisasi modern untuk memenuhi kebutuhan riset. Tim yang dipimpin Tri Muryani tersebut berupaya mengembangkan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan penelitian.

Sementara itu, tim Kerak Sultan menawarkan inovasi intip nasi praktis dengan cita rasa Nusantara dan pendekatan nostalgia. Tim yang diketuai Dwi Wahyu Ningrum itu masuk kategori makanan dan minuman serta masih berada pada tahapan awal pengembangan usaha.

Dosen pembimbing Dr. Maria Ulfah, S.Si., M.Pd., mengatakan, keberhasilan keempat tim merupakan hasil kerja keras mahasiswa yang perlu dilanjutkan dengan persiapan lebih matang untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Untuk kompetisi selanjutnya kami akan memaksimalkan seluruh potensi mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Maria, capaian tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi usaha. Tahap berikutnya tidak hanya menuntut gagasan yang menarik, tetapi juga kemampuan mengoptimalkan potensi tim dalam menghadapi persaingan.

Keikutsertaan dalam KMI Expo diharapkan dapat memperluas pengalaman mahasiswa dalam mengembangkan usaha, menguji gagasan, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan kewirausahaan di tingkat nasional.(*)