Pelajar Pati dan Semarang Raih Juara Lomba Cerpen UKM KIAS UPGRIS

Pelajar dari tiga sekolah menengah berhasil meraih juara dalam Lomba Menulis Cerita Pendek yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Ilmu dan Apresiasi Sastra (UKM KIAS) Universitas PGRI Semarang. Kompetisi ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengasah kemampuan menulis karya sastra.

Berlyan Cahya Mentari dari MAN 1 Pati meraih juara pertama melalui cerpen berjudul Lima Jejak yang Ditinggalkan. Posisi kedua ditempati Afila Iza Benqonitah dari SMK Negeri 4 Semarang dengan karya berjudul Van Winmolen.

Adapun juara ketiga diraih Cinta Alma Ristiani dari SMA Muhammadiyah 03 Kayen melalui cerpen Rumah di Ujung Jalan Kenari.

Ketiga karya tersebut menjadi pemenang dalam kompetisi yang digelar UKM KIAS UPGRIS sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan apresiasi sastra di kalangan pelajar.

Ketua UKM KIAS Hasinta menilai lomba menulis cerpen tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan karya terbaik. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengolah gagasan, mengembangkan imajinasi, serta menyampaikan pandangan terhadap kehidupan melalui tulisan.

Cerita pendek menjadi salah satu bentuk karya sastra yang memungkinkan penulis mengeksplorasi berbagai persoalan dengan narasi yang ringkas. Melalui tokoh, konflik, dan latar cerita, penulis dapat menghadirkan pengalaman maupun refleksi kehidupan yang dekat dengan pembaca.

Di tengah perkembangan media digital yang mendorong konsumsi informasi serba cepat, kegiatan menulis sastra juga menjadi ruang untuk membangun kemampuan berpikir kritis, mengasah kepekaan, dan melatih kedalaman dalam memahami pengalaman manusia.

UKM KIAS UPGRIS melalui kompetisi ini turut membuka ruang perjumpaan antara dunia kampus dan sekolah dalam kegiatan literasi. Keterlibatan pelajar dari Pati, Semarang, dan Kayen menunjukkan bahwa apresiasi sastra dapat tumbuh melalui kegiatan yang mempertemukan penulis muda dengan lingkungan akademik.

Selain memberikan penghargaan kepada para pemenang, kompetisi tersebut diharapkan mendorong pelajar untuk terus menulis dan membaca karya sastra. Dengan demikian, lomba cerpen tidak berhenti sebagai kegiatan kompetitif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan tradisi literasi di kalangan generasi muda.(*)