Praditya Arcy Pratama, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk masa jabatan antarwaktu 2023–2027. Pelantikan tersebut menandai pergantian kepemimpinan Fakultas Hukum setelah dekan sebelumnya memasuki masa purna tugas.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., di Gedung Pusat UPGRIS Lantai 7, 2 November 2026. Praditya mendapat amanah untuk melanjutkan kepemimpinan fakultas hingga berakhirnya periode jabatan tersebut.
Dalam sambutannya, Rektor menjelaskan bahwa proses pergantian dekan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku di lingkungan universitas. Sebelum pelantikan, posisi dekan dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt) sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan.
Rektor juga menyampaikan penghargaan kepada dekan sebelumnya atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Fakultas Hukum. Kepemimpinan terdahulu dinilai telah memberikan fondasi penting bagi perkembangan fakultas, termasuk dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Kepada dekan yang baru, Rektor berpesan agar segera mempersiapkan langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan fakultas. Salah satu perhatian utama adalah peningkatan penerimaan mahasiswa baru, sekaligus menjaga kualitas pelayanan akademik dan administrasi.
“Persaingan antarperguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh capaian akreditasi, tetapi juga kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh mahasiswa dan masyarakat. Karena itu, seluruh sumber daya manusia UPGRIS perlu menjaga mutu pelayanan sebagai bagian dari upaya mempertahankan kepercayaan publik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua YPLP PT PGRI, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyampaikan selamat atas pelantikan Praditya. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa Fakultas Hukum berkembang lebih jauh dan menghasilkan lulusan yang memiliki integritas serta kepedulian terhadap keadilan.
Ketua Yayasan menekankan pentingnya penguatan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama melalui pengembangan bidang hukum teknologi dan hukum digital. Selain itu, fakultas perlu memperluas sinergi dengan aparat penegak hukum dan praktisi untuk memperkuat relevansi pendidikan hukum.
Pengembangan budaya akademik dan riset juga menjadi perhatian. Menurutnya, peningkatan publikasi artikel ilmiah bereputasi perlu terus didorong agar Fakultas Hukum UPGRIS dapat menjadi rujukan di tingkat regional maupun nasional.
Ditemui seusai pelantikan, Praditya mengatakan akan memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa serta penguatan proses penerimaan mahasiswa baru.
“Tugas utama saya saat ini adalah memastikan pelayanan terhadap mahasiswa bisa diberikan secara maksimal, serta proses penerimaan mahasiswa baru agar kuantitas mahasiswa baru Fakultas Hukum bisa semakin signifikan,” ujarnya.
Ia diharapkan dapat melanjutkan capaian kepemimpinan sebelumnya sekaligus membawa Fakultas Hukum UPGRIS menjawab kebutuhan pendidikan hukum yang terus berkembang. (*)

