Kepercayaan Publik Terus Naik, UPGRIS Terima 3.727 Mahasiswa Baru

Universitas PGRI Semarang resmi menerima 3.727 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Selain mencatatkan capaian jumlah pendaftar yang terus stabil, dan kepercayaan publik terus meningkat. Perguruan tinggi ini menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif. Salah satunya melalui penyaluran berbagai program beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan bantuan finansial.

Capaian penerimaan mahasiswa baru tersebut disampaikan dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru dan Kuliah Perdana yang berlangsung di Gedung Balairung, 22 September 2026. Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengungkapkan, total mahasiswa baru tahun ini mencakup jenjang sarjana, pascasarjana, hingga program profesi.

Menurut Rektor, jumlah tersebut menjadi cerminan atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas tata kelola akademik dan pembelajaran di kampus tersebut.

“Perlu diketahui, tahun ini Universitas PGRI Semarang menerima mahasiswa baru program sarjana, pascasarjana, dan doktoral, berjumlah 3.042 orang. Sedangkan untuk mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) berjumlah 685 mahasiswa. Dengan demikian, pada Tahun Akademik 2026/2027 ini, Universitas PGRI Semarang menerima mahasiswa dengan total 3.727 orang,” ujar Rektor di hadapan civitas akademik dan mahasiswa baru.

Selain itu, guna memastikan tidak ada anak bangsa yang terhambat mengenyam pendidikan tinggi akibat kendala ekonomi, UPGRIS berkolaborasi dengan kementerian, lembaga legislatif, hingga yayasan internal untuk mengucurkan bantuan studi.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengamanahkan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) KIP Kuliah kepada 60 mahasiswa baru UPGRIS. Penyaluran beasiswa ini menjadi bukti sinergi pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam menjaga pemerataan mutu pendidikan nasional.

“Terima kasih kepada Kemdiktisaintek atas kepercayaannya. Universitas PGRI Semarang menerima beasiswa PIP KIP Kuliah dari Diktisaintek berjumlah 60 mahasiswa. Universitas PGRI Semarang juga menjunjung tinggi komitmen inklusivitas pendidikan yang merata,” kata Sapto.

Selain skema reguler kementerian, jalur inklusi pendidikan juga diperkuat melalui pemanfaatan KIP Kuliah Usulan Masyarakat. Sebanyak 20 mahasiswa berhasil mendapatkan akses bantuan ini melalui jalur aspirasi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum.

Dukungan terhadap keadilan akses pendidikan juga datang dari internal lembaga penyelenggara. Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLP PT) PGRI Semarang turut memberikan Beasiswa YPLP PT PGRI Semarang Tahun Akademik 2026/2027 kepada 23 mahasiswa pilihan.

Penyerahan beasiswa yayasan tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua YPLP PT PGRI Semarang Dr. Sri Suciati, M.Hum. Skema ini dirancang khusus untuk mengapresiasi calon pendidik dan ilmuwan muda yang memiliki potensi akademik maupun nonakademik unggul.

Tidak hanya menyasar aspek akademik dan kualifikasi ekonomi, UPGRIS juga memberikan perhatian khusus pada pembinaan karakter dan nilai keagamaan. Hal itu diwujudkan lewat skema beasiswa khusus bagi para penghafal Al-Qur’an (hafiz).(*)