Prestasi mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik. Kemampuan mengembangkan bakat, kreativitas, dan karakter melalui olahraga dan seni juga menjadi bagian penting dari pendidikan tinggi. Hal itu disampaikan oleh
Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., dalam upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (Porsima) 2026 di Gedung Pusat Lantai 7 UPGRIS, 6 November 2026. Rangkaian kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 9-14 November 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya universitas mendorong pengembangan kemampuan mahasiswa di luar ruang perkuliahan.
Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menegaskan, Porsima bukan sekadar ajang mencari pemenang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan untuk mengembangkan potensi dan talenta mahasiswa secara lebih menyeluruh.
Universitas juga berkepentingan mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengikuti kompetisi di bidang olahraga dan seni pada tingkat nasional. Karena itu, pengalaman berkompetisi perlu menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.
Rektor menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu dibekali nilai-nilai Adab, adaptif, antusias, dan berintegritas sebagai landasan menghadapi kehidupan setelah lulus.
“Mahasiswa tidak cukup hanya di bidang akademik. Yang tidak kalah penting adalah mereka terdidik untuk menunaikan nilai-nilai Adab, adaptif, antusias, dan berintegritas,” ujar Rektor.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Porsima, M. Hanif Fadliansyah, mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreativitas, baik di bidang olahraga maupun seni. Selain menjadi ruang berkompetisi, Porsima diharapkan memperkuat hubungan antarmahasiswa.
Menurut Hanif, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam membangun solidaritas sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa UPGRIS, Mochamad Afriano, berharap Porsima dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu melanjutkan prestasi ke tingkat nasional. Kompetisi di lingkungan kampus, menurut dia, menjadi tahap awal untuk mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan yang lebih luas.
“Kita ingin melihat atlet yang bisa maju ke ranah nasional. Semoga proses Porsima ini memunculkan bibit unggul,” kata Afriano.
Melalui Porsima, UPGRIS berharap pengembangan prestasi olahraga dan seni berjalan seiring dengan pembentukan karakter mahasiswa. Dengan demikian, kompetisi tidak berhenti pada perolehan medali, tetapi menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.
Berikut daftar cabang olahraga yang dipertandingkan Futsal putra/putri, Voli, Bulutangkis, Atletik, Catur, Mobile Legends, dan PlayStation. Adapun daftar cabang seni meliputi Puisi, Cerpen, Monolog, Tari Kreasi, Solo Vokal, dan Pencak Silat.(*)

