Sampaikan Pidato Wisuda, Salsa Tekankan Pentingnya Cari Pengalaman Positif di Luar Kelas

Pengalaman kuliah tidak hanya dibangun melalui kegiatan akademik di ruang kelas. Keterlibatan dalam organisasi mahasiswa, komunitas seni, dan berbagai kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, serta mengasah kepercayaan diri.

Hal itu tercermin dalam perjalanan Ainia Hasna Salsabila, S.Kom., wisudawan Universitas PGRI Semarang dari jurusan Informatika  yang disampaikan saat menyampaikan pidato dalam Wisuda ke-84 sesi kedua yang diselenggarakan di Balairung UPGRIS, Semarang, pada 13–14 Oktober 2026. Secara keseluruhan, wisuda kali ini diikuti 1.255 wisudawan.

Perempuan yang biasa disapa Salsa itu mengaku tidak membatasi diri pada kegiatan perkuliahan. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Informatika dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Gema, sekaligus mengikuti berbagai kompetisi nonakademik.

Ketertarikannya pada seni, khususnya tari, tetap ia kembangkan di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Salsa mengungkapkan, dirinya beberapa kali meraih kejuaraan tari. Ia juga terpilih sebagai Putri Kampus Favorit UPGRIS 2023 dan memperoleh kesempatan magang sebagai administrator pelayanan pada bagian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UPGRIS.

“Selama menjadi mahasiswi, saya memilih untuk tidak sekadar menuntut ilmu di kelas,” ucapnya. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk belajar di luar bidang akademik. Melalui kegiatan organisasi dan pengalaman magang, ia belajar mengenai kedisiplinan serta kesiapan memberikan pelayanan. Pada 2025, Salsa juga mendapat amanah sebagai Mbakyu Intelegensia Kabupaten Blora.

Dalam pidato perwakilan wisudawan pada Wisuda ke-84 UPGRIS, Salsa menekankan pentingnya keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mengembangkan potensi diri. Baginya, perjalanan selama kuliah menjadi proses untuk mengenali kemampuan diri sekaligus menghadapi keraguan.

Salsa juga mengajak sesama lulusan agar tidak menjadikan kegagalan masa lalu sebagai alasan untuk kehilangan kepercayaan diri. Menurut Salsa, penolakan dapat menjadi jalan menuju kesempatan lain yang lebih sesuai untuk mengembangkan diri.

Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., dalam sambutannya berpesan agar para lulusan terus mengembangkan kemampuan diri setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab, kemandirian, integritas, dan sikap menghargai sesama dalam menjalani kehidupan.

“Kami berharap Saudara mampu menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab. Menjadi pribadi yang mandiri, memiliki integritas, menghargai sesama, serta tidak pernah berhenti mengembangkan kemampuan diri. Di mana pun Saudara berada kelak, bawalah nilai-nilai baik yang telah Saudara pelajari selama berada di Universitas PGRI Semarang,” kata Rektor.(*)