Mahasiswa KKN Kelompok 30 Pedurungan Tengah Universitas PGRI Semarang menggelar sosialisasi bertajuk “Internet is Addictive: Lepas Ketergantungan Social Media” di SDK Sang Timur, Senin (23/2/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.30 WIB ini diikuti siswa kelas 6A, 6B, dan 6C dengan suasana yang interaktif dan komunikatif.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap meningkatnya intensitas penggunaan internet dan media sosial di kalangan anak usia sekolah dasar. Melalui pendekatan edukatif, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan media sosial secara berlebihan, sekaligus mendorong siswa agar lebih bijak dalam memanfaatkannya. Koordinasi kegiatan dilakukan oleh Yanuar Noor Wicaksono dan Nanda Shefia selaku koordinator divisi, bekerja sama dengan pihak sekolah yang diwakili oleh Ibu Dian Reliany.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan tentang dopamin, yakni zat kimia alami di otak yang memunculkan rasa senang dan puas. Siswa diperkenalkan pada istilah “dopamin instan”, yaitu sensasi menyenangkan yang muncul secara cepat saat bermain media sosial, game, atau menerima notifikasi. Paparan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Mahasiswa juga memaparkan bahwa kebiasaan mencari kesenangan instan secara terus-menerus dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi, berkurangnya motivasi belajar, hingga munculnya rasa mudah bosan. Penjelasan ini dikaitkan dengan kebiasaan sehari-hari siswa agar materi terasa dekat dengan pengalaman mereka. “Kami ingin siswa memahami bahwa internet bukan untuk dijauhi, tetapi perlu digunakan secara bijak. Jika berlebihan, dampaknya bisa terasa pada kebiasaan belajar mereka,” ujar Yanuar Noor Wicaksono.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa KKN kepada siswa. Suasana kelas dibangun secara santai agar siswa merasa nyaman. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan siswa melalui pertanyaan-pertanyaan ringan seputar kebiasaan mereka menggunakan media sosial. Untuk menjaga antusiasme peserta, mahasiswa KKN menyisipkan ice breaking berupa tantangan mengingat gambar.
Enam siswa diminta maju ke depan untuk memperhatikan sejumlah gambar dalam waktu singkat, kemudian menyebutkannya kembali secara berurutan. Tantangan tersebut bertujuan melatih fokus dan daya ingat siswa. Tiga peserta tercepat dan paling tepat dalam menjawab berhasil meraih hadiah juara 1, 2, dan 3. Suasana kelas tampak hidup ketika teman-teman sekelas memberikan dukungan kepada peserta yang maju.
Gelak tawa dan tepuk tangan mewarnai sesi tersebut, namun tetap dalam suasana yang kondusif. Salah satu siswa kelas 6B mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Tadi seru pas disuruh maju. Jadi tahu juga kalau terlalu sering main media sosial bisa bikin susah fokus,” katanya.
Memasuki sesi akhir, kegiatan ditutup dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan. Mahasiswa KKN mengajak seluruh siswa membuat video singkat bersama sebagai bentuk komitmen untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Dalam video tersebut, siswa menyampaikan pesan singkat tentang pentingnya membatasi penggunaan media sosial dan memprioritaskan belajar. Konsep tersebut dipilih sebagai pendekatan kreatif yang dekat dengan keseharian siswa.
Selain memperkuat pesan edukasi, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan antara mahasiswa KKN dan siswa. Ibu Dian Reliany menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan relevan dengan kondisi anak-anak saat ini yang tidak lepas dari perkembangan teknologi digital. “Materi yang diberikan sesuai dengan kondisi anak-anak saat ini. Penyampaiannya juga menarik, sehingga mereka mudah memahami,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 30 Pedurungan Tengah Universitas PGRI Semarang berharap edukasi tentang bahaya kecanduan internet tidak berhenti pada pemahaman semata, tetapi dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari siswa. Sosialisasi ini menjadi langkah preventif dalam membentuk generasi yang lebih sadar teknologi, mampu mengelola waktu dengan baik, serta memanfaatkan internet secara positif dan bertanggung jawab.

