Sebanyak 11 mahasiswa dari Nueva Ecija University of Science and Technology (NUEST), Filipina, resmi mengikuti program International Engineering Exchange atau I-ENGINE PROGRAM 2026 di Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS).
Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus memperkaya pengalaman akademik lintas negara. Program ini berlangsung selama hampir satu bulan, yaitu mulai 14 April hingga 12 Mei 2026. Selama periode itu, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik. Juga praktik lapangan hingga pengenalan budaya Indonesia.
Dari total peserta, delapan mahasiswa berasal dari jurusan Civil Engineering (Tkenik Sipil). Mereka adalah Zeykha Le Anne G. Fernandez, Aira Jeannel De Leon, Frances Dale Capulong, Jeanne Paula Cruz, Kenneth Lopez, Neil Justine V. Mustera, Mark Lorenz Pedines, dan Mark Albert Mactal. Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya berasal dari jurusan Mechanical Engineering (Teknik Mesin), yaitu Excelligeinius Beinstein L. Labiano, Ricardo Andrei S. Sarangaya, serta Kaith Angelyn DS. Bragais.
Kedatangan para mahasiswa ini tidak sendiri. Mereka didampingi oleh dosen dari bidang Mechanical Engineering, Frenie Ann Belarmino, yang turut memastikan kelancaran kegiatan sekaligus menjembatani komunikasi akademik antara kedua institusi.
Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menyambut hangat program ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa internasional bukan hanya memperkuat hubungan antaruniversitas, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa lokal untuk belajar langsung dari perspektif global.
Ia menilai program seperti ini penting untuk mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional. “Ini adalah langkah nyata dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan berwawasan global,” ucapnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum. Ia menekankan bahwa kerja sama di bidang pertukaran pelajar, khususnya dalam disiplin teknik, memiliki dampak strategis. Terutama untuk memperkenalkan Fakultas Teknik UPGRIS ke kancah internasional.
Menurutnya, program I-ENGINE menjadi ajang kolaborasi yang memungkinkan pertukaran ide, metode pembelajaran, hingga pendekatan teknologi yang berbeda antara Indonesia dan Filipina.
Selama mengikuti program, para mahasiswa NUEST dijadwalkan untuk mengikuti perkuliahan, workshop, serta kunjungan ke beberapa proyek teknik yang relevan. Selain itu, mereka juga akan dikenalkan dengan budaya lokal, sehingga pengalaman yang didapat tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga sosial dan kultural.
Program I-ENGINE 2026 menjadi bukti bahwa bagi UPGRIS sendiri kolaborasi global di dunia pendidikan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang nyata di era modern ini. (*)

