Tujuh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Semester 6 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil melaksanakan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bertema mitigasi bencana kebakaran di PAUD Taman Belia Candi, Semarang, pada Selasa (10/3/2026). Program ini merupakan bagian dari kegiatan magang kependidikan yang dibimbing oleh Nila Kusumanintyas, S.T., M.Pd., sebagai wujud nyata pengabdian para mahasiswa kepada masyarakat dan satuan pendidikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta didik dari kelompok bermain (KB), TK A, dan TK B, bersama para guru PAUD Taman Belia Candi. Pemilihan lokasi kegiatan bukan tanpa alasan — letak sekolah yang berada di kawasan pemukiman padat penduduk menjadikan pengenalan mitigasi bencana kebakaran sebagai langkah yang sangat relevan dan mendesak.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang mitigasi bencana kebakaran yang dikemas secara menarik dan ramah anak. Para mahasiswa menyisipkan lagu dan ice breaking di sela-sela penyampaian materi agar anak-anak tetap fokus dan mudah memahami informasi yang disampaikan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi menempel tanda jalur evakuasi di beberapa titik strategis di lingkungan sekolah, serta praktik langsung cara memadamkan api yang dipandu oleh para mahasiswa.
Antusiasme peserta didik terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak mengikuti seluruh rangkaian simulasi mitigasi bencana kebakaran dengan penuh semangat, mulai dari menyimak materi hingga mempraktikkan prosedur evakuasi secara langsung. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Selain memberikan edukasi langsung kepada anak-anak, mahasiswa UPGRIS juga memberikan bantuan fasilitas berupa tanda jalur evakuasi yang telah dipasang di beberapa titik di lingkungan sekolah kami,” ucapBunda Rumiyati, Kepala Sekolah PAUD Taman Belia Candi.
Program ini bertujuan untuk mengenalkan anak usia dini pada langkah-langkah menghadapi bencana kebakaran, khususnya di lingkungan sekolah. Dengan adanya tanda jalur evakuasi yang kini terpasang di sejumlah titik, diharapkan seluruh warga sekolah semakin siap dan tanggap apabila sewaktu-waktu terjadi situasi darurat.
Adapun tujuh mahasiswa PG PAUD Semester 6 UPGRIS yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ahmad Hafidz Ulinnuha Kurniawan, Nurul Izza, Ikhda Sintya Febriana, Happy Annisa Khoirunida, Andreana Novita Fitriani, Kayla Herliana dan Stella Septa T.
Melalui program SPAB ini, mahasiswa UPGRIS yang dibimbing oleh Nila Kusumanintyas, S.T., M.Pd., tidak hanya menjalankan kewajiban akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesiapsiagaan bencana di satuan pendidikan anak usia dini. Diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah, khususnya yang berada di kawasan rawan bencana.(*)

