Gelar Workshop Pendampingan, LPPM Dorong Para Dosen Lebih Banyak Raih Paten

Dosen di kampus perlu memiliki banyak publikasi hak paten. Karena hal itu menunjukkan bahwa penelitian mereka menghasilkan inovasi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, industri, maupun perkembangan ilmu pengetahuan.

Hak paten juga meningkatkan reputasi kampus, mendukung akreditasi, membuka peluang kerja sama dan pendanaan riset, serta menjadi bukti produktivitas dan kontribusi dosen dalam dunia pendidikan tinggi.

“Pemegang hak paten di kampus kita belum banyak, untuk itu kita sangat memerlukan penambahan jumlah paten. Hak paten itu sangat strategis, terutama saat akreditasi. Untuk mulai tahun ini kita galakan pengurusan paten bagi dosen. Peraih paten ibaratnya adalah pahlawan bagi kampus, terutama UPGRIS.”

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua LPPM UPGRIS, Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., dalam acara Workshop Pendampingan Drafting Paten dan Paten Sederhana bagi Dosen Universitas PGRI Semarang yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan HKI, Jurnal, dan Publikasi, LPPM UPGRIS, pada 13 Mei 2026, di Gedung Pusat lantai 2.  

Menurut Wiyaka, selain peraih hibah, hak paten juga memerlukan perhatian kita semua. “Kita berharap teman-teman dosen bergairah dan antusias untuk meraih paten. Ini menjadi concern kami bagi kami agar dosen mau mengajukan paten. Mudah-mudahan 16 peserta bisa mengambil manfaat dari workshop ini.”

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV, Prof. Nur Khoiri, S.Pd., M.T., M.Pd., menyampaikan harapannya agar para dosen yang sudah memiliki draft untuk pengajuan hak paten bisa segera terealisasi. “Harapannya yang sudah punya draft, bisa segera diselesaikan. Paten itu hak eksklusif, dan manfaatnya sangat penting bagi kualitas akademik kita.”

Dalam workshop kali ini dihadirkan pembicara dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Drs. Zulhelmi Yunus, M.Hum. Beliau akan memaparkan strategi pengajuan hak paten bagi para dosen. (*)