PEMBENTUKAN FORUM PENGURANGAN RISIKO BENCANA

Kegiatan sosialisasi dan pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dilaksanakan pada 17 Februari 2026 di Balai Desa Semampir sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 04 dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Pemerintah Desa Semampir, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Acara tersebut dihadiri oleh perangkat desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan PKK, pemuda desa, serta unsur BPBD yang memberikan materi kebencanaan. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terencana dan berkelanjutan di tingkat desa.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Desa Semampir yang menyampaikan pentingnya pembentukan forum sebagai wadah koordinasi resmi dalam penanggulangan risiko bencana. Pemerintah desa menilai bahwa kolaborasi dengan mahasiswa KKN dan BPBD menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat.

Perwakilan BPBD dalam pemaparannya menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Pati memiliki potensi bencana seperti banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem. Oleh karena itu, masyarakat desa perlu memahami konsep mitigasi bencana yang tidak hanya berfokus pada penanganan saat kejadian, tetapi juga mencakup langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta perencanaan tanggap darurat.

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04 turut menyampaikan materi mengenai pentingnya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Mereka menekankan bahwa desa memiliki peran sentral dalam membangun ketangguhan lingkungan melalui pendataan wilayah rawan, penyusunan jalur evakuasi, serta pelaksanaan simulasi kebencanaan secara berkala.

Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa KKN juga berperan aktif dalam memfasilitasi diskusi interaktif antara warga dan pihak BPBD. Dalam sesi tersebut, warga menyampaikan pengalaman saat menghadapi banjir sebelumnya serta mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi terdampak bencana. Diskusi berlangsung dinamis dan menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk penguatan sistem mitigasi di Desa Semampir.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembentukan dan penyusunan struktur kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Semampir secara musyawarah. Struktur forum melibatkan perwakilan perangkat desa, BPD, pemuda, PKK, tokoh masyarakat, serta unsur relawan sehingga bersifat inklusif dan representatif. Pembentukan ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terorganisir di tingkat desa.

Sebagai output konkret dari kegiatan ini, Desa Semampir resmi memiliki Forum Pengurangan Risiko Bencana beserta Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang disepakati bersama. Selain itu, tersusun pula struktur organisasi forum lengkap dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas. Kegiatan ini juga menghasilkan draft rencana kerja awal FPRB yang mencakup program sosialisasi rutin, pendataan wilayah rawan bencana, penyusunan peta risiko sederhana, serta rencana pelaksanaan simulasi kebencanaan. Output lainnya berupa meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana yang diukur melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Melalui kolaborasi ini, Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Semampir diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi, edukasi, serta penggerak aksi nyata di bidang kebencanaan. Sinergi antara Pemerintah Desa Semampir, BPBD, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 04, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang lebih tangguh, siap, dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.(*)