Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan salah satu program kerja di bidang pendidikan berupa bimbingan belajar bagi siswa kelas VI sekolah dasar yang akan menghadapi ujian akhir. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026 ini mengusung tema “Belajar Bercerita Bareng Lerep”, sebuah konsep pembelajaran kreatif yang memadukan latihan akademik dengan pengembangan kemampuan literasi dan komunikasi siswa. Program ini dirancang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi ujian, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan tidak monoton.
Kegiatan dilaksanakan di posko KKN Desa Lerep dengan melibatkan siswa kelas VI yang mengikuti bimbingan belajar secara aktif dan antusias. Sejak awal kegiatan, suasana belajar terasa hangat dan penuh semangat. Mahasiswa KKN berupaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman agar siswa tidak merasa tertekan menghadapi ujian. Program ini bertujuan membantu siswa mempersiapkan diri secara akademik, terutama dalam mata pelajaran yang diujikan, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide melalui kegiatan bercerita di depan teman-temannya.
Koordinator kegiatan, Rizqho Aji P. dan Adinda Arfiana Herman, menjelaskan bahwa metode bercerita dipilih karena dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman materi sekaligus melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan umum. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak monoton. Melalui kegiatan bercerita, anak-anak dapat belajar memahami isi bacaan, menyusun kembali informasi dengan bahasa sendiri, serta melatih keberanian berbicara di depan teman-temannya,” ujarnya. Menurut mereka, kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu diasah sejak dini karena akan sangat bermanfaat di jenjang pendidikan selanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan cerita pendek dan bahan bacaan yang relevan dengan materi pembelajaran. Cerita tersebut dibaca bersama-sama, kemudian siswa diminta untuk menceritakan kembali isi cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Aktivitas ini tidak hanya melatih daya ingat, tetapi juga kemampuan memahami isi teks, menyusun alur cerita, dan memilih kata yang tepat saat berbicara. Setelah sesi bercerita, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan terkait pesan moral dalam cerita serta kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Mahasiswa juga memberikan motivasi belajar dan tips sederhana dalam menghadapi ujian, seperti mengatur waktu belajar dan menjaga kesehatan.
Guru wali kelas VI, Rina Kartikasari, S. Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan bimbingan belajar dengan pendekatan kreatif mampu membantu siswa lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan kemampuan literasi. Ia menilai metode ini berbeda dari pembelajaran di kelas yang cenderung terstruktur dan berbasis buku teks. “Anak-anak terlihat lebih aktif dan berani tampil. Metode seperti ini sangat baik untuk melatih kepercayaan diri mereka, terutama menjelang ujian,” tuturnya. Pihak sekolah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pendidikan.
Salah satu siswa, Aisyah, mengaku senang mengikuti kegiatan bimbingan belajar ini. Ia mengatakan bahwa belajar sambil bercerita membuat suasana menjadi lebih seru dan tidak membosankan dibandingkan hanya mengerjakan soal latihan. “Saya jadi lebih berani maju ke depan dan lebih percaya diri dengan adanya kegiatan ini,” ungkapnya dengan penuh semangat. Beberapa siswa lainnya juga tampak semakin percaya diri setelah mendapatkan kesempatan untuk tampil dan mendapatkan apresiasi dari teman-teman serta mahasiswa pendamping.
Melalui program Belajar Bercerita Bareng Lerep, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Lerep. Selain membantu kesiapan akademik siswa kelas VI dalam menghadapi ujian akhir, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun rasa percaya diri siswa. Program ini menjadi bukti bahwa pembelajaran inovatif yang dikemas secara kreatif dapat menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga berkembang secara mental dan sosial sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

