Hidupkan Kembali Pesona Curug Jeglong Lewat Tangga Bambu

Semangat gotong royong, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 65 Desa Bendosari kembali hadir di kawasan wisata Curug Jeglong. Bukan sekadar menjalankan program kerja, mahasiswa turut memperbaiki akses jalan menuju curug yang sebelumnya cukup curam dengan membuat tangga sederhana berbahan bambu.

Curug Jeglong sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang sebagai salah satu potensi wisata di Desa Bendosari. Pengembangan kawasan wisata tersebut sebelumnya mendapat sentuhan melalui bantuan mahasiswa KKN UPGRIS pada tahun 2018. Namun, aktivitas wisata sempat mengalami penurunan ketika pandemi COVID-19 melanda. Setelah sempat meredup, potensi Curug Jeglong kini mulai kembali diaktifkan, salah satunya melalui kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS tahun 2026.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbaiki akses menuju curug. Jalur yang memiliki kondisi menurun curam menjadi perhatian karena dapat menyulitkan wisatawan, terutama pengunjung yang belum terbiasa melewati medan tersebut.

Kegiatan diawali dengan memotong dan menyiapkan bambu yang akan digunakan sebagai material tangga. Seluruh mahasiswa terlibat langsung dalam proses pengerjaan, mulai dari memotong bambu, mengangkut material, merangkai, hingga memasang tangga mengikuti kontur jalur menuju Curug Jeglong.

“Saya melihat kondisi jalan menuju wisata Curug Jeglong yang kurang baik memang menjadi salah satu kendala bagi masyarakat maupun wisatawan. Karena itu, kegiatan perbaikan jalan yang dilakukan mahasiswa KKN merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata untuk membantu meningkatkan akses menuju tempat wisata,” ujar Rafi Inko Pramana selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 65.

Dengan adanya tangga bambu, jalur yang sebelumnya curam kini memiliki pijakan yang tertata. Perbaikan tersebut dapat memberikan akses yang lebih nyaman sekaligus meningkatkan keamanan bagi pengunjung di kawasan curug.

Dampak positif perbaikan akses juga dirasakan oleh Pak Nurhadi selaku Pengurus Curug Jeglong. Menurutnya, keberadaan tangga bambu membantu pengunjung yang belum terbiasa dengan jalur curam agar lebih nyaman saat menuju curug.

“Perbaikan akses jalan menuju Curug Jeglong membawa dampak positif. Akses jalan menjadi lebih aman membuat pengunjung yang belum terbiasa dengan jalur curam bisa lebih nyaman dan tidak mudah tergelincir. Dengan adanya bantuan dari mahasiswa KKN, akses jalan menuju curug bisa lebih aman dan nyaman, wisatawan yang berkunjung ke Curug Jeglong semakin meningkat,” ungkap Pak Nurhadi.

Kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS tahun 2026 menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali potensi Curug Jeglong setelah sempat mengalami penurunan aktivitas akibat pandemi. Tidak hanya memperbaiki akses, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk kembali mengenalkan Curug Jeglong sebagai potensi wisata yang dimiliki Desa Bendosari.

“Kami berharap hasil pembangunan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, mempermudah akses wisatawan, serta mendukung perkembangan potensi wisata Curug Jeglong. Tentunya, keberlanjutan dan perawatan jalan juga membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak terkait agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang,” tambah Kordes.

Bagi mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 65, perbaikan jalan ini bukan sekadar pekerjaan fisik. Dari bambu yang dipotong hingga menjadi pijakan, terdapat harapan agar langkah kecil mereka dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang Curug Jeglong untuk kembali dikenal dan dikunjungi. (*)