Kenalkan Kewirausahaan kepada Siswa melalui Pelatihan Pembuatan Bag Charm

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 37 Desa Wringinjajar melaksanakan kegiatan pelatihan kewirausahaan melalui pembuatan bag charm kreatif kepada siswa di SMP Nusa Bangsa  dan MTs Al-Hamidiyyah Wringinjajar, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada hari Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja bidang kewirausahaan yang bertujuan mengenalkan jiwa berwirausaha kepada siswa sejak dini melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan. Kegiatan diikuti oleh satu kelas di masing-masing sekolah. Di SMP Nusa Bangsa, kegiatan diikuti oleh 15 siswa kelas VII, sedangkan di MTs Al-Hamidiyyah diikuti oleh 30 siswa kelas VII B.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dasar mengenai kewirausahaan. Mahasiswa KKN mengenalkan kepada siswa tentang pengertian wirausaha, alasan pentingnya belajar berwirausaha sejak dini, cara memulai usaha, sikap yang perlu dimiliki seorang wirausahawan, serta pentingnya promosi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa agar lebih mudah dipahami.

Mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk memahami bahwa berwirausaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Kegiatan usaha dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengenali bakat, minat, dan keterampilan yang dimiliki kemudian mengembangkannya menjadi sebuah produk. Setelah penyampaian materi, siswa diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan bag charm menggunakan bahan seperti tali paracord, rantai biji lada, manik-manik, dan ring O warna-warni.

Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37, Rahma Nur Azizah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan agar siswa mampu membuat bag charm, tetapi juga agar mereka berani mencoba dan tidak malu mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Kami ingin mengenalkan bahwa kewirausahaan bisa dimulai dari hal kecil dan dari kemampuan yang mereka punya. Jadi, mereka tidak perlu menunggu dewasa atau memiliki modal besar untuk mulai berkarya. Harapannya, siswa lebih berani mencoba, mengembangkan kreativitas, dan ke depannya bisa melihat keterampilan yang mereka miliki sebagai peluang untuk berwirausaha,” ujar Salah Satu Mahasiswa KKN Kelompok 37, Rahma Nur Azizah.

Selama praktik berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Mereka aktif bertanya ketika mengalami kesulitan dan saling belajar dalam proses pembuatan bag charm. Siswa juga diberikan kebebasan untuk memilih kombinasi bahan dan warna sesuai dengan kreativitas masing-masing. Hasil karya yang dibuat kemudian dapat digunakan sebagai aksesori tas sekaligus menjadi gambaran sederhana mengenai produk yang dapat memiliki nilai jual.

Wali Kelas VII B MTs Al-Hamidiyyah, Subhan, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap kegiatan pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman bagi siswa untuk mengenal kewirausahaan sejak masih berada di bangku sekolah.

“Untuk kegiatan pelatihan kewirausahaan sudah baik, mengenalkan kepada anak-anak supaya tahu. Kemudian hari nanti bisa berwirausaha seperti yang sudah disampaikan. Mudah-mudahan dapat menjadi pengalaman,” ujar Wali Kelas VII B MTs Al-Hamidiyyah, Subhan, S.Pd.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman membuat produk kerajinan, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai proses sederhana dalam berwirausaha.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk mencoba, berkarya, dan mengembangkan bakat maupun minat yang dimiliki. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh sejak dini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih mandiri dan kreatif di masa mendatang. (*)