Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berkolaborasi dengan KKN Tematik Universitas Ngudi Waluyo (UNW) sukses melaksanakan program kerja unggulan berupa pembuatan Taman Tanaman Obat Keluarga (Toga). Kegiatan yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga bapak-bapak dan ibu-ibu RT 1 RW 11 ini dipusatkan di area depan Posko KKN UPGRIS, Dusun Setro, Desa Gondoriyo, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Pembuatan Taman Toga ini merupakan bentuk nyata sinergi lintas universitas dan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, tim KKN UPGRIS mengambil peran dalam pembuatan MMT, penyediaan bibit tanaman beserta papan nama edukasinya, hingga bergotong royong membantu warga mendirikan gapura berbahan dasar bambu. Sementara itu, tim KKN UNW turut menyempurnakan fasilitas taman dengan menyuplai tambahan tanaman dan memasang instalasi lampu pada gapura.
Ketua RT 1 RW 11 Dusun Setro, Bapak Giyono, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan oleh para mahasiswa. “Kami sangat menyambut baik dan antusias dengan disulapnya lahan depan posko ini menjadi Taman Toga. Selain membuat lingkungan RT 1 menjadi lebih asri dan indah dipandang, keberadaan ragam tanaman obat ini ke depannya akan sangat bermanfaat bagi kesehatan warga kami,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Desa (Kordes) Kelompok 2, Ridwan Aziz, menekankan bahwa program ini dirancang agar memiliki dampak dan nilai guna yang berkelanjutan. “Taman Toga ini adalah salah satu program kerja unggulan kami. Kolaborasi antara KKN UPGRIS, KKN UNW, dan kekompakan warga membuktikan bahwa sinergi dapat menghasilkan fasilitas lingkungan yang tidak hanya rapi, tetapi juga mengedukasi warga terkait tanaman herbal,” tegas Ridwan.
Proses pengerjaan taman ini dikawal langsung oleh Penanggung Jawab Program dari Bidang Lingkungan, yaitu Ajeng Naila Kinanti dan Adi Satria Wibowo. Keduanya memastikan penataan tanaman dilakukan secara strategis dan setiap jenis tanaman telah dilengkapi label nama agar warga mudah mengenali khasiatnya.
Melalui peresmian Taman Toga ini, diharapkan warga Dusun Setro dapat terus merawat kelestariannya dan memetik manfaat kesehatan dari tanaman yang ada, sekaligus menjadi rekam jejak silaturahmi yang baik antara masyarakat dan mahasiswa.

