Penggunaan gas elpiji yang hampir setiap hari dilakukan masyarakat perlu diimbangi dengan pengetahuan keselamatan. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggandeng Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Demak menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan kebocoran gas di Desa Bumirejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Rabu (19/8/2026).
Sosialisasi dikemas dengan penyampaian materi dan praktik langsung. Petugas Damkar menjelaskan pentingnya mengecek kondisi tabung, regulator, serta selang sebelum digunakan. Warga juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda kebocoran dan tindakan yang aman ketika mencium bau gas.
Salah satu petugas Damkar Kabupaten Demak, Ulil, mengingatkan warga agar tidak panik ketika mencium bau gas. Menurutnya, tindakan pertama yang dilakukan harus mengutamakan keselamatan.
“Kalau mencium bau gas, jangan panik dan jangan menyalakan api. Hindari juga mengoperasikan peralatan listrik karena bisa menimbulkan percikan. Utamakan membuka ventilasi dan segera mencari bantuan jika situasinya tidak aman untuk ditangani sendiri,” ujar Ulil.
Aqsal, salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, menilai simulasi membuat warga lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
“Kalau hanya dijelaskan, mungkin warga masih sulit membayangkan apa yang harus dilakukan. Dengan simulasi, mereka bisa melihat langsung langkah yang tepat sehingga lebih mudah diingat dan diterapkan di rumah,” ujar Aqsal.
Ia mengatakan penggunaan gas elpiji merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari sehingga pengetahuan mengenai keselamatan sebaiknya tidak hanya diketahui oleh satu orang dalam keluarga.
Sementara itu, Kepala Desa Bumirejo, H. Wuryanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keselamatan rumah tangga seperti ini penting karena memberikan pengetahuan praktis yang bisa langsung diterapkan masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena masyarakat mendapat pengetahuan yang benar tentang penggunaan gas. Harapannya warga tidak hanya berhati-hati saat memakai gas, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran,” kata H. Wuryanto.
Dalam simulasi, petugas Damkar memperagakan penanganan kondisi kebocoran gas di hadapan warga. Peserta juga diingatkan untuk tidak panik, menjauhkan sumber api, serta tidak menyalakan atau mematikan peralatan listrik ketika mencium bau gas.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian warga karena materi yang diberikan berkaitan langsung dengan aktivitas rumah tangga. Melalui praktik secara langsung, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memiliki gambaran mengenai tindakan keselamatan yang perlu dilakukan.
Mahasiswa KKN UPGRIS berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan warga Desa Bumirejo dalam menggunakan gas elpiji. Pengetahuan sederhana mengenai pemeriksaan peralatan dan tindakan saat terjadi kebocoran diharapkan dapat membantu mencegah risiko yang lebih besar.
Kolaborasi bersama Damkar Kabupaten Demak menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS dalam memberikan edukasi yang dekat dengan kebutuhan dan keselamatan masyarakat. (*)

