20 Mahasiswa UTM Ikuti Pembelajaran Lintas Budaya di UPGRIS

Sebanyak 20 mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia (UTM) mengikuti program “International Experiential Learning” 2026 di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jawa Tengah, 14-20 September 2026. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus mengenal seni, budaya, dan pariwisata Indonesia.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS Dr. Nur Hidayat, M.Hum., mengatakan, program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pengalaman sosial dan budaya. Para mahasiswa UTM juga akan mempelajari manajemen kampus di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di sekitar UPGRIS.

”Kegiatan ini mengintegrasikan beberapa kegiatan, yaitu akademik, seni budaya, serta pariwisata,” ujar Nur Hidayat dalam “Welcoming Ceremony and Expert Sessions, International Experiential Learning 2026 Universiti Teknologi Malaysia” di kampus pusat UPGRIS, 15 September 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama UPGRIS, UTM, dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Selain menerima 20 mahasiswa UTM, UPGRIS juga mengirimkan 20 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan di UTM.

Menurut Nur Hidayat, kerja sama UPGRIS dan UTM telah berlangsung hampir dua dekade. Hubungan antarkedua perguruan tinggi itu telah melahirkan berbagai kegiatan, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga penelitian bersama.

Dosen pendamping dari UTM, Zetty Raihan Mohd Yassin, mengatakan, kesempatan belajar di Indonesia diharapkan memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa. Mereka juga dituntut mampu beradaptasi dan membawa diri selama berada di lingkungan yang berbeda.

”Mahasiswa harus pandai-pandai membawa diri di Indonesia. Mereka akan mendapatkan bekal dan pengalaman baru,” katanya.

Zetty berharap kolaborasi antara UTM dan UPGRIS dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

Sementara itu, Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menyambut baik kedatangan para mahasiswa UTM. Ia mengatakan, keterbukaan kedua institusi terhadap kerja sama telah memungkinkan berbagai program, termasuk pertukaran dosen dan mahasiswa, terus dilakukan.

”Kami merasa bangga dan bahagia dengan kedatangan 20 mahasiswa. Semoga betah, nyaman, serta mampu belajar dari Universitas PGRI Semarang,” ucap Rektor. Rektor berharap pengalaman selama program tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun kedua institusi. (*)