Kesadaran akan pelestarian dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang terus ditingkatkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berkolaborasi dengan warga RW VI menyulap area kebun TOGA menjadi apotek hidup yang modern dan estetik pada Minggu (30/8/2026) pagi
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi difokuskan pada peremajaan tanaman melalui repotting (penggantian media tanam), pengecatan pot agar lebih menarik, hingga inovasi digitalisasi informasi tanaman menggunakan teknologi Quick Response (QR) Code. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus memperindah lingkungan RW VI.
Proses kegiatan diawali dengan warga dan mahasiswa yang bergotong royong memindahkan tanaman herbal ke pot-pot baru yang telah dicat dengan warna-warni cerah. Setelah pot tersusun rapi, mahasiswa menempelkan papan kecil berisi QR Code pada masing-masing tanaman.
Ketua Kelompok KKN UPGRIS di Kelurahan Ngempon, Afif Fatkhurrahman, menjelaskan bahwa inovasi digitalisasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengenali khasiat tanaman.
“Selama ini mungkin warga tahu itu tanaman jahe atau kumis kucing, tapi kurang paham cara pengolahannya. Melalui inovasi QR Code ini, warga cukup memindainya dengan kamera smartphone. Nanti akan langsung muncul informasi lengkap mengenai nama latin, manfaat kesehatan, hingga cara mengolah tanaman tersebut. Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan literasi kesehatan herbal warga,” ungkapnya.
Inovasi dari mahasiswa KKN ini mendapatkan apresiasi langsung dari pihak Kelurahan. Istri Ketua RW VI Kelurahan Ngempon, ibu Lusi, menyatakan bahwa program ini memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh warganya.
Melalui kolaborasi kreatif antara mahasiswa dan warga RW VI Kelurahan Ngempon ini, diharapkan kelestarian tanaman obat dapat terus terjaga dan manfaatnya bisa diaplikasikan secara langsung oleh masyarakat untuk pengobatan herbal keluarga sehari-hari. (*)

