Menjawab tingginya minat olahraga masyarakat yang selama ini terkendala ketiadaan fasilitas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Berdampak Kelompok 42 resmi menyerahkan fasilitas lapangan badminton baru untuk masyarakat Desa Menur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Pembangunan lapangan olahraga yang menjadi program kerja (proker) utama mahasiswa KKN ini disahkan secara resmi oleh Pak Warsono mewakili perangkat desa setempat pada Selasa, 1 September 2026.
Inisiatif ini berangkat dari hasil observasi dan pemetaan kebutuhan warga. Meski masyarakat Desa Menur khususnya pemuda dan orang tua memiliki kegemaran yang tinggi terhadap olahraga bulu tangkis, mereka belum memiliki sarana lapangan yang memadai di lingkungan desa.
Proses pengerjaan lapangan dilakukan secara gotong royong antara mahasiswa KKN UPGRIS. Pengerjaan meliputi penataan dan pembersihan gedung, pengecatan standar nasional garis lapangan, hingga pemasangan tiang, net, serta penerangan agar sarana ini dapat digunakan baik siang maupun malam hari.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 42, M. Masyrip Hidayatullah, menyampaikan bahwa keberadaan lapangan ini diharapkan dapat menjadi sarana kebugaran sekaligus ruang interaksi sosial warga.
”Pembangunan lapangan badminton ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjawab aspirasi warga Desa Menur yang sangat menggemari bulu tangkis. Kami berharap fasilitas ini tidak sekadar menjadi peninggalan fisik program KKN, melainkan betul-betul dimanfaatkan untuk mendukung gaya hidup sehat dan mempererat kebersamaan warga,” ujar Masyrip.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh warga desa menur saat peresmian dan pengesahan lapangan. Pak Warsono selaku perangkat Desa Menur mengungkapkan rasa terima kasih atas kepekaan dan kerja keras para mahasiswa KKN.
”Kami dari pemerintah desa sangat bangga dan berterima kasih kepada adik-adik KKN UPGRIS Kelompok 42. Warga kami memang sudah lama merindukan adanya lapangan badminton yang layak, terutama saya. Kehadiran lapangan baru ini sangat berdampak positif untuk menggerakkan kembali kegiatan olahraga dan menjadi wadah kumpul yang sehat bagi pemuda serta warga desa,” ungkap Pak Warsono.
Acara pengesahan lapangan ditutup secara meriah dengan laga pertandingan persahabatan pembuka antara mahasiswa KKN UPGRIS dan warga setempat. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan dapat terus dirawat secara mandiri oleh warga dan melahirkan bakat-bakat olahraga baru dari Desa Menur.

