Kampus yang hebat bisa dilihat dari jurnal ilmiah yang dimiliki. Universitas PGRI Semarang berkomitmen serius untuk mendorong peningkatan kualitas dan akreditasi jurnal ilmiah yang dikelolanya. Upaya peningkatan peringkat dilakukan melalui pendampingan bagi pengelola jurnal untuk mempersiapkan proses akreditasi sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Pendampingan Akreditasi Jurnal Ilmiah Tahun 2026 yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Jurnal dan Publikasi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPGRIS di Gedung Pusat Lantai 2, 19 Oktober 2026.
Kepala LPPM UPGRIS Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., mengatakan, jumlah jurnal yang dikelola universitas menjadi potensi untuk memperkuat publikasi ilmiah. Namun, capaian akreditasi masih perlu ditingkatkan agar lebih banyak jurnal dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“UPGRIS memiliki 61 jurnal, tetapi yang terakreditasi baru sekitar separuh. Saat ini masih ada proses untuk akreditasi agar jurnal-jurnal tersebut bisa naik peringkat,” kata Wiyaka dalam sambutannya.
Menurut Wiyaka, peningkatan peringkat jurnal membutuhkan persiapan yang cermat karena persyaratan akreditasi cukup kompleks. Reputasi jurnal yang baik, lanjutnya, menjadi salah satu capaian yang membanggakan bagi perguruan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, UPGRIS menghadirkan Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar (Untidar). Ia diharapkan memberikan pendampingan kepada pengelola jurnal, termasuk melalui simulasi akreditasi untuk membantu mempersiapkan proses pengajuan dan peningkatan peringkat.
Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengatakan, peningkatan mutu jurnal perlu diawali dengan kesadaran mengenai kondisi yang dihadapi universitas saat ini. Evaluasi terhadap kualitas jurnal diperlukan agar pengelola dapat menentukan langkah perbaikan yang sesuai.
“Kita perlu memiliki kesadaran untuk meningkatkan standar dan reputasi,” ujar Rektor. Ia menambahkan, jurnal yang bereputasi berkaitan dengan kualitas penelitian yang dipublikasikan. Oleh karena itu, peningkatan reputasi jurnal perlu berjalan seiring dengan upaya memperbaiki mutu penelitian.
“Jurnal bereputasi memiliki dampak yang luar biasa. Kualitas penelitiannya bagus, jurnal bereputasinya pun bagus,” kata Rektor. Pendampingan akreditasi ini menjadi salah satu langkah Universitas PGRI Semarang untuk meningkatkan kapasitas pengelola jurnal dalam memenuhi standar publikasi ilmiah.
Melalui kegiatan tersebut, pengelola diharapkan dapat mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki serta mempersiapkan dokumen dan tata kelola jurnal sebelum mengikuti proses akreditasi.
Bagi UPGRIS, peningkatan akreditasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah jurnal yang memperoleh pengakuan, tetapi juga dengan upaya menjaga kualitas penerbitan ilmiah. Perbaikan pengelolaan jurnal dan mutu penelitian diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga publikasi yang dihasilkan memiliki kualitas dan reputasi akademik yang semakin baik.(*)

