Mahasiswa UPGRIS Perluas Edukasi Keuangan hingga Masyarakat Desa

Mahasiswa Universitas PGRI Semarang berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan magang yang mengintegrasikan pengalaman kerja dan edukasi publik. Salah satu wujudnya terlihat dalam keterlibatan mahasiswa UPGRIS yang menjalani magang di Pegadaian Cabang Pembantu (CP) Rembang dalam kegiatan literasi keuangan di Desa Tanjungsari, Kabupaten Rembang, 22 Oktober 2026.

Bersamaan dengan kegiatan jalan sehat dan zumba warga, mahasiswa Universitas PGRI Semarang memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk mengenal layanan keuangan digital, tabungan emas, dan berbagai produk Pegadaian. Kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran di luar kampus yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendampingi warga mengunduh aplikasi Tring Pegadaian, melakukan registrasi, serta mengenali fitur dan mekanisme transaksi yang tersedia. Mereka juga menjelaskan tabungan emas sebagai salah satu alternatif untuk merencanakan keuangan dan berinvestasi secara bertahap. Informasi mengenai lelang emas dan layanan Pegadaian lainnya turut disampaikan melalui dialog langsung dengan warga.

Pendampingan dilakukan dengan bahasa sederhana agar informasi lebih mudah dipahami. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa berperan sebagai penghubung antara penyedia layanan keuangan dan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan penjelasan praktis mengenai penggunaan teknologi keuangan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memperlihatkan bagaimana pengalaman magang dapat dikembangkan menjadi ruang pengabdian. Mahasiswa tidak hanya mengenal proses pelayanan di lingkungan kerja, tetapi juga belajar mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyampaikan informasi secara komunikatif, dan membantu warga memahami pilihan layanan keuangan.

Pengelola Pegadaian CP Rembang, Munaji, mengatakan, keterlibatan mahasiswa membantu pelaksanaan edukasi keuangan, terutama dalam pendampingan penggunaan layanan digital.

“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya mengetahui produk-produk Pegadaian, tetapi juga memahami bagaimana memanfaatkan layanan Pegadaian dengan baik sesuai dengan kebutuhan. Kehadiran mahasiswa magang juga sangat membantu dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam penggunaan layanan digital,” kata Munaji.

Bagi Universitas PGRI Semarang, kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya pembelajaran yang melampaui ruang kuliah. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan diuji melalui interaksi langsung dengan masyarakat, sekaligus dikembangkan menjadi keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan lingkungan sosial.

Ahmad Qori’ul Hasan, mahasiswa magang Universitas PGRI Semarang yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mengatakan, interaksi dengan warga memberinya pengalaman dalam menyampaikan informasi dan memberikan pelayanan secara langsung.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana menyampaikan informasi mengenai produk Pegadaian dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Kami juga mendapatkan pengalaman dalam mendampingi masyarakat menggunakan aplikasi Tring serta menjelaskan layanan tabungan emas,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari ketertarikan mereka untuk mengetahui lebih jauh tentang aplikasi Tring dan tabungan emas. Vendi, salah seorang warga Desa Tanjungsari, mengatakan kegiatan tersebut menambah pengetahuannya mengenai layanan keuangan.

“Adanya kegiatan ini, kami jadi lebih mengetahui layanan yang ada di Pegadaian, termasuk aplikasi Tring dan tabungan emas,” katanya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjawab kebutuhan di lingkungan sekitarnya. Melalui program magang, Universitas PGRI Semarang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial.

Pengalaman di Desa Tanjungsari tersebut menjadi contoh bahwa pembelajaran perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mahasiswa juga dapat mengambil peran dalam memperluas akses informasi, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara bijak sesuai kebutuhan.(*)