Mahasiswa UPGRIS Belajar Dunia Perhotelan melalui Magang di Grandhika Semarang

Pengalaman kerja menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Hal itu dijalani dua mahasiswa Universitas PGRI Semarang, Alifa Risqi Susanti dan Faza Rega Delly Pratama, yang mengikuti program magang selama tiga bulan di Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

Melalui program tersebut, keduanya mendapat kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja industri perhotelan secara langsung. Mereka juga menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Human Resources Manager Hotel Grandhika Pemuda Semarang, Lela Marlina, menyampaikan bahwa program magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai industri perhotelan, khususnya bidang keuangan, akuntansi, dan pelayanan tamu.

Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan kerja dapat membantu mahasiswa memahami penerapan pengetahuan akademik dalam kegiatan operasional perusahaan.

Program magang selama tiga bulan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi mahasiswa Universitas PGRI Semarang. Selain keterampilan teknis, pengalaman itu juga dapat membentuk sikap profesional, kemampuan bekerja dalam tim, serta tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Selama magang, Alifa dan Faza memperoleh pengalaman di dua divisi, yakni Finance & Accounting serta Front Office. Kedua divisi tersebut memiliki fungsi berbeda, tetapi saling mendukung kelancaran operasional hotel. Divisi keuangan dan akuntansi bertanggung jawab terhadap pengelolaan administrasi keuangan, sedangkan Front Office berperan dalam pelayanan dan penerimaan tamu.

Di divisi Finance & Accounting, mahasiswa terlibat dalam sejumlah kegiatan administrasi keuangan. Aktivitas tersebut meliputi penginputan data transaksi, pemeriksaan dokumen keuangan, rekonsiliasi data, pengarsipan faktur atau invoice, serta penyusunan laporan harian.

“Melalui kegiatan ini, saya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya ketelitian, ketepatan pencatatan, dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan perusahaan perhotelan,” ujar Alifa Risqi Susanti.

Sementara itu, pengalaman di divisi Front Office memberikan perspektif berbeda mengenai operasional hotel. Mahasiswa mempelajari pelayanan tamu, komunikasi profesional, serta proses penerimaan dan pelayanan kepada pengunjung. Interaksi dalam lingkungan kerja tersebut menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berkomunikasi, menjaga kedisiplinan, dan beradaptasi dengan kebutuhan pekerjaan.

Pengalaman di dua divisi itu memperlihatkan bahwa industri perhotelan membutuhkan kombinasi kompetensi teknis dan keterampilan interpersonal. Ketepatan administrasi harus berjalan beriringan dengan kualitas pelayanan untuk menjaga kepercayaan dan kepuasan tamu.

Bagi mahasiswa, magang menjadi ruang untuk memahami tuntutan dunia kerja sebelum menyelesaikan pendidikan. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal untuk menghadapi persaingan kerja yang menuntut kesiapan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.(*)