Sumpah Pemuda Momen Pemersatu Bangsa

Semarak peringatan Sumpah Pemuda kali ini berlangsung meriah. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang menghadirkan banyak pertunjukan seni di Balairung (30/10). Tiga progdi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesi, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, menampilkan kreasinya masing-masing berupa tarian tradisi yang dipadu dengan eksplrasi tarian modern.

“Perayaan Sumpah Pemuda kali ini harus dijadikan sebagai pemersatu dan pemupuk kecintaan terhadap bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia,” ungkap Dr. Asropah, M.Pd saat menyampaikan sambutannya. Menurutnya, acara ini menjadi penting karena momentum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober adalah peristiwa yang harus dimaknai setiap warga negara Indonesia.

Dalam acara ini juga dihelat penyerahan hadiah kepada para juara lomba. Untuk Lomba Juara Solo Vokal Siswa diraih oleh Firsto Joan dari SMK N 8 Semarang, Gia Yahya dari SMK Krista Mitra, dan Kharisma dari SMA Sultan Agung 1 Semarang. Sedangkan untuk Juara Pidati diraih oleh Diah Ayu Asmaraning Nur Azis dari SMA N 4 Semarang, Chintia Hana Nabilla dari SMA N 2 Semarang, dan Alifah Nurul Hidayah dari SMK Cut Nyak Dhien.

Selain itu, untuk lomba bagi mahasiswa ialah penulisan esai yang dimenangkan oleh, Desmira Margi Utami (Rahasia dari Perpustakaan), Erni Oktaviana (Menulis dari Hati dan Kebermanfaatan), Meisaroh (Bahasa Indonesia, Anarki di Negeri Sendiri). Acara ini ditutp dengan pemberian anugerah prestasi kepada dosen PBSI Setia Naka Andrian, M.Pd, atas dedikasinya berkarya dan menulis.

Leave a Reply