Percakapan akademik yang menghubungkan akademisi lintas negara diperlukan guna memperkaya wawasan akademik sivitas akademika melalui perspektif global. Percakapan tersebut memungkinkan mahasiswa dan dosen mendapatkan pengetahuan terbaru, pengalaman riset, serta praktik terbaik dari berbagai negara yang mungkin belum banyak dibahas di lingkungan lokal.
“Kami menyambut baik kedatangan tiga akademisi dari Sule Lamido University. Forum ini adalah sarana membangun jejaring akademik internasional, membuka peluang kolaborasi penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta meningkatkan reputasi dan internasionalisasi perguruan tinggi.”
Ucapan itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Psi., dalam sambutannya dalam acara International Expert Talk “Global Perspektif on Economy, Culture, and Education” yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) di Gedung Pusat lantai 7, pada 10 Maret 2026.
Dalam acara tersebut, hadir tiga akademisi dari Sule Lamido University, yaitu Dr. Mustapha Hussaini, dari Facultas Sosial dan Ilmu Manajemen, Dr. Muhammad Alhaji Ibrahim, dari Facultas Pendidikan, serta Prof. Muhammad Ibrahim Yakasai, Rektor Universitas Sule Lamindo. Masing-masing memaparkan materi sesuai bidang kepakarannya.
Dr. Muhammad Alhaji Ibrahim, Head Of Science Education Sule Lamido University, menyampaikan materi bertajuk “Ethnomathematics: Culture as a Living Laboratory for Teaching and Learning Mathematics”. Dalam presentasinya, ditekankan mengenai pemahaman Etnomatematika yang menantang keyakinan bahwa matematika hanya ada dalam buku teks.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa matematika itu hidup di pasar, dalam tradisi pernikahan, arsitektur, tenun, permainan, pertanian, dalam kalender, dalam seni, dan bahkan di dalam bahasa.
“Matematika tidak hanya terdapat dalam rumus. Etnomatematika mengajarkan kepada kita bahwa budaya tidak terpisah dari matematika. Budaya adalah bentuk dari matematika yang diterapkan.”
Sementara itu, Prof. Muhammad Ibrahim Yakasai, Rektor Universitas Sule Lamindo, menyajikan materi presentasi yang berjudul “Parametric and Non-Parametric Tests in Educational Research: Implications for Data Interpretation”.
Menurutnya, analisis statistik sangat penting dalam penelitian pendidikan kuantitatif. “Uji parametrik dan non-parametrik memiliki tujuan yang berbeda. Peneliti harus memilih uji berdasarkan karakteristik data. Pemilihan yang tepat sangat berpengaruh dalam meningkatkan validitas temuan penelitian.”
Selain itu juga digelar MoA antara Universitas Sule Lamindo dengan Fakultas Ilmu Pendidikan UPGRIS, serta International Agreement dengan prodi Pendidikan BK, PGSD, PGPAUD, dan S2 IPA. Perwakilan masing-masing kaprodi menandatanginnya secara langsung.(*)

