Pencari kerja yang hanya mengharap kesempatan kerja formal di ranah perkantoran menghadapi persaingan yang begitu ketat. Lulusan muda dari perguruan tinggi dituntut untuk mampu mengembangkan potensi pribadi, di samping usaha untuk mencari lapangan kerja formal.
“Kerja mandiri punya peluang besar, meskipun ada banyak hal yang mesti dipersiapkan. Selain mengusahakan bekerja di bidang formal, pencari kerja mesti pintar-pintar membangun potensi pribadi dengan baik.”
Hal itu disampaikan oleh Rizki Nuansa Hadyan, S.Psi, MM, Psikolog, Ketua PMSM DPD Jawa Tengah Area Director GNIK Pekalongan Raya, dalam acara Pelatihan Kesiapan Kerja Calon Wisudawan ke-82 UPGRIS di Gedung Pusat lantai 7, 4 Mei 2026. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Karir PPL dan Pemagangan UPGRIS.
Menurutnya, ada setidaknya lima keunggulan utama yang harus dibangun secara pribadi oleh tenaga kerja muda. “Yang pertama adalah mengenalai potensi diri. Pastikan kalian paham mbetul keahlian kalian apa,” ucap Rizki di tengah pemaparan.
Dengan mengetahui potensi diri, maka identifikasi peluang kerja bisa semakin spesifik dan detail. Untuk memperkuat keduanya, diperlukan usaha untuk membangun kredibiltas serta pengelolaan media sosial.
“Portofolio itu penting sekali. Orang akan tahu kualitas kita dari situ. Tapi juga harus berani menampilkannya ke publik secara tepat, misalnya melalui media sosial yang kita punya,” tegasnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) adalah Dr. Fenny Roshayanti, M.Pd., menyebut pelatihan kerja ini sangat penting untuk memberi bekal wisudawan ke-83 UPGRIS bulan ini benar-benar siap terjun ke dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Pusat Karir PPL dan Pemagangan UPGRIS, Dr. Prasetyo, M.Pd., menyebut pelatihan ini dihadiri oleh 200-an mahasiswa yang tengah bersiap mengikuti prosesi wisuda dan memasuki dunia kerja. (*)

