Tingkat keamanan sebuah desain struktur bangunan bergantung pada tiga hal dasar. Ketiga unsur itulah yang sangat menentukan kualitas sebuah bangunan kelak. Tiga hal itu ialah, identifikasi beban, sistem struktur, dan fungsi bangunan yang kelak akan dibangun.
“Jika tiga hal ini diabaikan, dampaknya serius. Bangunan bisa menjadi tidak aman, bahkan bisa roboh,” ucap Ir. Cristy Malasan dari NEUST Filipina dalam acara International Expert Talk yang digelar oleh Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS dan Progdi Teknik Sipil UPGRIS pada 29 April 2026 di Gedung Pusat lantai 2.
Cristy menambahkan, perencanaan tersebut tidak hanya terkait keamanan, tetapi juga biaya pembangunan. “Bisa terlalu mahal karena desain berlebihan, dan juga bisa tidak memenuhi standar peraturan, yang berakibat pada masalah hukum maupun keselamatan.”
Dalam kuliah umum tersebut, Cristy membawakan materi ceraman yang berjudul “Introduction to Structural Analysis”. Ia menjelaskan pentingnya tiga unsur bagi mahasiswa ateknik sipil. Ia menyoroti banyaknya bangunan yang kini berorientasi pada ketinggian.
“Merancang struktur yang tinggi dan ramping seperti ini tidak hanya memerlukan pengetahuan tentang teori struktur, tetapi juga pemahaman terhadap pengaruh lingkungan, aspek keselamatan, serta keberlanjutan,” tegasnya.
Program kuliah ahli ini adalah bagian dari kerja sama internasional antara UPGRIS dengan NEUST Filipina. Program ini akan digelar secara berkelanjutan, meliputi kuliah ahli, pertukaran mahasiswa, hingga penelitian bersama.
Sekretaris Prodi Teknik Sipil, Ir. Agung Kristiawan, S.T., M.T., menegaskan pihaknya sangat menyambut baik adanya kuliah internasional ini. “Teori tentang struktur analisis ini sangat penting bagi mahasiswa Sipil, terutama terkait perancangan struktur bangunan tinggi,” ucapnya.

