Ki Ageng Suryomentaram adalah seorang tokoh pemikir Jawa yang dikenal sebagai filsuf dan guru kebatinan. Pemikirannya banyak memengaruhi cara pandang masyarakat Jawa tentang kehidupan, terutama dalam hal pengendalian diri, kesederhanaan, dan ketenangan batin.
Hingga kini, ajaran Ki Ageng Suryomentaram masih dipelajari dan relevan, terutama dalam konteks konseling dan kesehatan mental.
“Seminar kali ini mengangkat tema-tema nilai lokal. Mulat sariro, melalui pendekatan Ki Ageng Suryomentaram. Tujuannya agar lebih bisa bermanfaat ke orang lain. Ajaran Ki Ageng bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam mengaitkannya ke dalam praktik konseling dan psikologi.”
Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si., dalam acara Seminar Nasional dan Halalbihalal Fakultas Ilmu Pendidikan UPGRIS yang bekerja sama dengan Pengurus Besar dan Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) yang digelar di Gedung Pusat lantai 7, pada 11 April 2026.
Ditambahkan, dalam konsep Mulat sariro, yaitu istilah dalam budaya Jawa yang berarti melihat atau menengok diri sendiri, bukan secara fisik tetapi secara batin. Ajaran Ki Ageng Suryomentaram tersebut termasuk dalam dalam Kawruh Jiwa. Intinya adalah introspeksi diri secara jujur dan sadar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PB ABKIN, Prof. Dr. Muh Farozin, M.Pd., menekankan bahwa keilmuan Bimbingan Konseling harus terus berkembang, baik sebagai ilmu, profesi, maupun layanan.
“Keilmuan konseling harus selalu berkembang. Salah satunya melalui seminar ini. Kita mengkaji konseling dari pendekatan Ki Ageng Suryomentaram.”
Ketua Panitia acara, Dr. Siti Fitriana, S.Pd., M.Pd., Kons., menyampaikan dalam sambutannya, kegiatan kolaborasi ini adalah ajang silaturahmi antara sesama anggota asosiasi.
“Ada peserta yang ikut melalu daring, yaitu sebanyak 250 peserta, serta anggota yang berkenan hadir secara langsung di sini.”
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., yang menerangkan perihal intisari pemikiran Ki Ageng Suryomentaram.
“Intinya, kontekstualisasi ajaran Ki Ageng Suryomentaram ialah, kita harus melakukan perilaku yang tepat, trep, leres, untuk mencapai tujuan. Sukses profesi sesuai kebutuhan zaman, dalam suasana hati damai, tenteram, sehat fisik dan mental tanpa stres dan tanpa konflik.”

