Kegiatan field trip siswa kelas 6 SD Semesta Bilingual School yang diselenggarakan oleh SD Semesta Bilingual School dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026 di Niwa Canting Resto & Homestay, Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para siswa yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun.
Kegiatan field trip tersebut diikuti oleh siswa kelas 6A dan 6B dengan jumlah total 46 siswa. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh 4 guru dari SD Semesta Bilingual School serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Semarang yang sedang melaksanakan kegiatan praktik pengalaman lapangan (PPL). Mahasiswa PPL yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Inti Marisa, Ismi Dina Putri Amalia, Amelia Yuan Oktavia, Juwita Isvahanni Qomarina, Laila Aliyatun Nabila, Karina Rizqi Purbarini, Anggun Janna Andiny, dan Gita Nirmala Wulandari.
Dari pihak Niwa Canting, kegiatan ini melibatkan 1 pemandu wisata sebagai narasumber yang memberikan penjelasan mengenai tempat dan proses membatik, serta 1 karyawan yang bertugas sebagai kameramen sekaligus mendampingi siswa dalam kegiatan mencanting.
Kegiatan dilaksanakan di area Sanggar Batik Semarang yang berada dalam lingkungan Niwa Canting. Setibanya di lokasi, siswa diarahkan untuk mengikuti kegiatan dengan tertib serta mendapatkan arahan dari guru dan pemandu wisata.
Kegiatan diawali dengan pengenalan tempat oleh pemandu wisata dari Niwa Canting. Dalam sesi ini, pemandu menjelaskan secara umum mengenai Niwa Canting serta kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa selama field trip berlangsung.
Selanjutnya, siswa diajak untuk mengamati proses pembuatan batik. Kegiatan dimulai dari proses pembuatan pola pada kain batik, termasuk pola yang digunakan untuk batik tulis maupun batik cap. Siswa juga diperlihatkan proses pembuatan pola untuk cetakan batik.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan proses pembuatan alat cap batik serta cara penggunaannya dalam proses pengecapan pada kain. Siswa memperhatikan secara langsung bagaimana alat cap digunakan untuk menghasilkan motif batik.
Setelah itu, siswa diajak untuk mengamati proses mencanting menggunakan alat canting dan malam. Dalam sesi ini, siswa juga diperlihatkan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam proses membatik.
Selain mengamati proses pembuatan batik, siswa juga dikenalkan dengan berbagai macam motif batik, khususnya motif batik dari daerah-daerah di Semarang. Pemandu wisata memberikan penjelasan mengenai sejarah serta makna dari beberapa motif batik yang ditampilkan.
Dalam penjelasannya, pemandu wisata dari Niwa Canting menyampaikan, “Setiap motif batik memiliki ciri khas dan makna tersendiri yang mencerminkan budaya dari daerah asalnya, sehingga batik tidak hanya bernilai seni tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi.”
Setelah sesi pengamatan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik mencanting oleh siswa. Siswa diberikan kesempatan untuk mencoba mencanting dengan pola yang telah disediakan. Kegiatan ini didampingi oleh guru, mahasiswa PPL PGSD Universitas PGRI Semarang, serta karyawan dari pihak Niwa Canting yang membantu dan mengarahkan siswa selama proses mencanting berlangsung.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib. Siswa mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan antusias serta mampu berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan field trip ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk kenang-kenangan atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa kelas 6 SD Semesta Bilingual School serta menjadi bagian dari praktik pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa PGSD Universitas PGRI Semarang.(*)

