Tahapan pemilihan Rektor UPGRIS periode 2026-2030 memasuki babak selanjutnya. Pada 20 Mei 2026 telah digelar Paparan Visi, Misi, dan Program Calon Rektor UPGRIS yang digelar di Gedung Pusat lantai 7.
Dalam sambutannya, Ketua YPLPPT PGRI Jateng, H. Sakbani, S.Pd., M.H., menyampaikan bahwa rektor UPGRIS selanjutnya harus mampu menjalankan program yang jujur, realitis, dan terukur.
Rektor UPGRIS, Dr. Suciati, M.Hum., menyebut respons sivitas akademika di UPGRIS sangat positif. “Begitu nama calon rektor terbaru muncul, respons publik dan sivitas akademika begitu positif.” Pihaknya sangat optimis, rektor terpilih akan mampu melanjutkan prestasi dan memimpin lembaga ini dengan baik.
Pembina Ketua PGRI Provinsi Jateng-Pembina YPLP PT PGRI Semarang sekaligus Ketua Komite 1 DPD RI Anggota DPD/MPR RI Dapil Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum, menekankan pentingnya rektor selanjutnya untuk terus melanjutkan tradisi baik di Universitas PGRi Semarang.
“Komitmen untuk terus nyengkuyung, saling berkait dan berkolaborasi, harus terus berkesinambungan dari tiap pemimpin dari waktu ke waktu.
Dalam kesempatan tersebut, Calon Rektor Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., memulai paparannya dengan mengingatkan soliditas trinitas di UPGRIS, yaitu kesatuan visi dan misi antara UPGRIS, PGRI Jateng, serta YPLP PT PGRI Semarang.
“Soliditas ketiganya itulah yang akan membuat UPGRIS akan semakin besar dan berkembang pesat,” ucapnya. “Visi saya ke depan ialah, meneguhkan UPGRIS menjadi The Meaning University. Universitas yang berreputasi, berdampak, dan berkelanjutan.”
Sapto Budoyo menjelaskan, framework pengembangan UPGRIS meliputi tiga pilar utama, yaitu Akses, Mutu, dan Relevan Berdampak. Pilar pertama, Akses, menekankan bahwa keterbukaan dan luasnya akses terhadap pendidikan di UPGRIS akan menjadikan kampus ini memiliki daya jangkau yang semakin besar secara institusional.
Pilar kedua, Mutu, menegaskan pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan secara konsisten. Dengan mutu yang baik, UPGRIS diharapkan mampu menjalankan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, sesuai kebutuhan zaman, dan mendukung transformasi pendidikan lintas generasi.
Sementara itu, pilar ketiga yaitu Relevan Berdampak menggambarkan komitmen UPGRIS untuk selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan. UPGRIS tidak hanya berfokus pada proses akademik, tetapi juga ingin memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Selain itu, aspek keberlanjutan institusi juga menjadi perhatian utama agar UPGRIS terus berkembang dan mampu menjawab tantangan masa depan. Ketiga pilar tersebut menjadi landasan utama arah pengembangan UPGRIS sebagai perguruan tinggi yang terbuka, berkualitas, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.(*)

