Rektor UPGRIS Lepas Delegasi PPL-KKN Internasional ke Thailand Selatan

Rektor UPGRIS Lepas Delegasi PPL-KKN Internasional ke Thailand Selatan

Semarang, 17 Januari 2026 – Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) secara resmi melepas delegasi Program Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN) Internasional Tahun 2026 yang akan bertugas di Thailand Selatan. Sebanyak 21 mahasiswa dari berbagai program studi dipercaya untuk mengikuti program internasional tersebut sebagai implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus wujud komitmen UPGRIS dalam memperkuat kerja sama internasional yang berdampak bagi masyarakat.

Prosesi pelepasan berlangsung di Kampus UPGRIS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI), dosen pendamping lapangan (DPL), mahasiswa peserta PPL-KKN Internasional, serta orang tua mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momentum penting sebelum para mahasiswa melaksanakan praktik mengajar dan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah sekolah mitra di Thailand Selatan.

Dalam program tersebut, mahasiswa akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari praktik mengajar, pengembangan media pembelajaran, pendampingan siswa, pelatihan sederhana bagi guru, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa UPGRIS juga diharapkan mampu mendukung proses pemulihan pendidikan di wilayah yang masih terdampak banjir melalui pendekatan pendidikan yang inovatif dan kolaboratif.

Rektor UPGRIS menyampaikan bahwa program PPL-KKN Internasional bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi sarana membentuk lulusan yang memiliki kompetensi global, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian sosial yang tinggi.

“Mahasiswa tidak hanya membawa nama baik UPGRIS, tetapi juga menjadi duta bangsa yang akan memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus belajar dari masyarakat Thailand. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk lulusan yang profesional, berwawasan internasional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rektor UPGRIS.

Sebanyak 21 mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari berbagai program studi, di antaranya Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan beberapa program studi lainnya. Selama mengikuti program, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pendamping lapangan yang memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai target akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS menjelaskan bahwa seluruh peserta telah mengikuti berbagai tahapan persiapan, mulai dari pembekalan akademik, pengenalan budaya Thailand, peningkatan kemampuan komunikasi lintas budaya, hingga penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah mitra.

“Kami telah mempersiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus memberikan kontribusi terbaik di sekolah-sekolah mitra. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan kerja sama antara UPGRIS dan berbagai institusi pendidikan di Thailand Selatan,” jelas Ketua KUI UPGRIS.

Selain menjadi implementasi MBKM, program ini juga merupakan bagian dari model kerja sama internasional IPCSA 5E, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan Education, Engagement, Empowerment, Entrepreneurship, dan Evaluation. Melalui model tersebut, setiap kegiatan internasional dirancang untuk menghasilkan manfaat akademik sekaligus memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat mitra.

Salah seorang mahasiswa peserta mengaku antusias mengikuti program ini karena menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperluas wawasan internasional.

“Kami merasa bangga dapat mewakili UPGRIS dalam program internasional ini. Kami siap belajar, berbagi pengalaman, serta memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah dan masyarakat di Thailand Selatan,” ungkap salah satu peserta.

Melalui pemberangkatan delegasi PPL-KKN Internasional ini, UPGRIS kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti bahwa kerja sama internasional dapat menjadi sarana untuk menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan pendidikan sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Thailand.