Mahasiswa UPGRIS Mulai Praktik Mengajar di Thailand Selatan

Mahasiswa UPGRIS Mulai Praktik Mengajar di Thailand Selatan

Hat Yai, Thailand, 22 Januari 2026 – Mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) resmi memulai kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN) Internasional di sejumlah sekolah mitra di Thailand Selatan. Program ini menjadi implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus wujud nyata komitmen UPGRIS dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kerja sama internasional yang berdampak.

Sebanyak 21 mahasiswa dari berbagai program studi diterjunkan ke lima sekolah mitra di bawah koordinasi Al Hidayah Foundation. Setibanya di lokasi, para mahasiswa disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik sebelum memulai observasi kelas, mengenal budaya sekolah, serta menyusun rencana pembelajaran bersama guru pamong.

Pada hari pertama pelaksanaan, mahasiswa mengikuti proses adaptasi lingkungan sekolah sekaligus berdiskusi dengan guru mengenai karakteristik peserta didik dan kebutuhan pembelajaran. Tahap ini menjadi bagian penting untuk memastikan materi, metode, dan media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kondisi sekolah mitra.

Dalam praktik mengajar, mahasiswa menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran aktif (active learning) yang mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam proses belajar. Diskusi kelompok, permainan edukatif, pembelajaran berbasis proyek, hingga penggunaan media pembelajaran interaktif menjadi bagian dari strategi yang diterapkan di kelas. Pendekatan tersebut disambut antusias oleh para siswa karena memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan partisipatif.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) turut memperkenalkan berbagai inovasi pembelajaran yang dirancang sesuai karakteristik siswa sekolah dasar. Beragam media pembelajaran kreatif, permainan edukatif, serta alat peraga sederhana dimanfaatkan untuk membantu siswa memahami materi secara lebih mudah sekaligus meningkatkan motivasi belajar.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif melalui kegiatan speaking practice, permainan kosakata, role play, dan storytelling. Metode tersebut bertujuan meningkatkan keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari sekaligus menciptakan suasana belajar yang interaktif.

Selain meningkatkan kompetensi akademik siswa, mahasiswa UPGRIS juga mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap kegiatan pembelajaran. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, dan saling menghargai ditanamkan melalui berbagai aktivitas di kelas maupun di lingkungan sekolah. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.

Rektor UPGRIS menyampaikan bahwa pelaksanaan PPL Internasional menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperkuat kepedulian terhadap masyarakat global.

“Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga membangun kemampuan beradaptasi, berkolaborasi lintas budaya, serta memberikan kontribusi nyata bagi sekolah dan masyarakat internasional,” ujar Rektor UPGRIS.

Kolaborasi yang terjalin antara guru Thailand dan mahasiswa UPGRIS juga menjadi salah satu kekuatan program ini. Guru dan mahasiswa secara bersama-sama menyusun perangkat pembelajaran, melakukan observasi kelas, berdiskusi mengenai strategi pembelajaran, serta saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan proses belajar mengajar yang inovatif.

Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS menjelaskan bahwa seluruh aktivitas pembelajaran dirancang berdasarkan hasil needs assessment yang telah dilakukan sebelumnya sehingga program benar-benar menjawab kebutuhan sekolah mitra.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran mahasiswa UPGRIS memberikan manfaat nyata bagi sekolah mitra. Oleh karena itu, setiap kegiatan dirancang berdasarkan kebutuhan yang telah dipetakan bersama sehingga kolaborasi ini mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan,” jelas Ketua KUI UPGRIS.

Pelaksanaan PPL Internasional juga menjadi bagian dari implementasi model IPCSA 5E, yang mengintegrasikan aspek Education, Engagement, Empowerment, Entrepreneurship, dan Evaluation dalam setiap program kerja sama internasional UPGRIS. Pendekatan ini memastikan bahwa kegiatan tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan dampak positif bagi sekolah dan masyarakat.

Melalui praktik mengajar di Thailand Selatan, UPGRIS kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan.