




Mahasiswa UPGRIS Wujudkan Nilai Kemanusiaan melalui KKN Internasional di Thailand Selatan
Hat Yai, Thailand, 23 Januari 2026 – Komitmen Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) dalam menghadirkan kerja sama internasional yang berdampak tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan. Dalam rangkaian Program Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN) Internasional Tahun 2026, mahasiswa UPGRIS melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak banjir di Thailand Selatan.
Kegiatan KKN Internasional difokuskan pada pemulihan lingkungan sekolah, distribusi bantuan bagi masyarakat, serta pendampingan kepada peserta didik yang terdampak bencana. Bersama guru, warga, dan relawan setempat, mahasiswa bergotong royong membersihkan ruang kelas, perpustakaan, halaman sekolah, serta berbagai fasilitas belajar yang sebelumnya terdampak banjir. Kegiatan tersebut dilakukan agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung dalam lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.
Selain membantu membersihkan sekolah, mahasiswa UPGRIS juga berpartisipasi dalam distribusi air bersih kepada masyarakat di beberapa wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses air pascabanjir. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Al Hidayah Foundation dan masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.
Tidak hanya berfokus pada pemulihan sarana fisik, mahasiswa juga mengadakan berbagai aktivitas edukatif untuk membangun kembali semangat belajar anak-anak. Permainan edukatif, kegiatan membaca bersama, ice breaking, hingga aktivitas seni dan kreativitas menjadi bagian dari pendekatan yang digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membantu mengurangi dampak psikologis pascabencana.
Rektor UPGRIS menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu nilai utama yang harus dimiliki mahasiswa sebagai calon pendidik dan agen perubahan.
“Program internasional ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik kepada mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial. Melalui aksi nyata di tengah masyarakat, mahasiswa belajar bahwa pendidikan dan kemanusiaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan,” ujar Rektor UPGRIS.
Kegiatan KKN Internasional juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa UPGRIS dengan masyarakat Thailand. Semangat gotong royong yang terbangun selama proses pemulihan menunjukkan bahwa perbedaan bahasa dan budaya tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dalam menghadapi tantangan bersama. Kolaborasi tersebut sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Thailand melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari implementasi model IPCSA 5E, khususnya pada aspek Engagement dan Empowerment, yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif sivitas akademika dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat internasional.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman internasional yang utuh. Tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan, berkolaborasi, dan memberikan solusi sesuai dengan kebutuhan mitra. Inilah semangat kerja sama internasional yang berdampak,” jelas Ketua KUI UPGRIS.
Salah seorang mahasiswa peserta mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kegiatan KKN Internasional memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya solidaritas dan kerja sama lintas negara.
“Kami merasa bersyukur dapat terlibat langsung membantu masyarakat. Sambutan hangat dari warga membuat kami semakin termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaik. Pengalaman ini menjadi pelajaran yang tidak akan kami peroleh hanya melalui perkuliahan di kampus,” ungkap salah satu mahasiswa peserta.
Program KKN Internasional merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman nyata di masyarakat internasional. Selain mengembangkan kompetensi profesional, mahasiswa juga dilatih menjadi pribadi yang adaptif, memiliki kepedulian sosial, serta mampu bekerja sama dalam lingkungan multikultural.
Melalui berbagai kegiatan kemanusiaan tersebut, UPGRIS kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berdaya saing global, tetapi juga memiliki karakter, empati, dan semangat pengabdian. Kehadiran mahasiswa di Thailand Selatan diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pemulihan pendidikan sekaligus memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Thailand.

