



UPGRIS Selenggarakan Pelatihan Digital Teaching bagi Guru Thailand
Hat Yai, Thailand, 24 Januari 2026 – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan internasional melalui penyelenggaraan Pelatihan Digital Teaching bagi guru-guru di sekolah mitra Thailand Selatan. Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN) Internasional Tahun 2026 ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru sekaligus mendorong penerapan pembelajaran inovatif yang sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Pelatihan menghadirkan dosen-dosen UPGRIS sebagai narasumber yang berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Guru-guru dari sekolah mitra memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai strategi pembelajaran berbasis teknologi, mulai dari pemanfaatan media pembelajaran interaktif, penyusunan materi digital, hingga penggunaan berbagai platform pembelajaran yang dapat mendukung proses belajar mengajar di kelas.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi paparan materi, praktik langsung, diskusi kelompok, serta berbagi pengalaman antarguru. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran serta mencari solusi bersama melalui pemanfaatan teknologi digital.
Selain memperkenalkan berbagai perangkat pembelajaran digital, tim dosen UPGRIS juga membagikan praktik baik (best practices) dalam menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru diajak untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan interaktif sehingga mampu meningkatkan partisipasi serta motivasi belajar siswa.
Rektor UPGRIS menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam mewujudkan kerja sama internasional yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap guru-guru di sekolah mitra memperoleh wawasan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kerja sama internasional harus mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pihak, termasuk peningkatan kapasitas para pendidik,” ujar Rektor UPGRIS.
Pelatihan ini merupakan implementasi aspek Empower dalam model kerja sama internasional IPCSA 5E, yang menekankan pentingnya pemberdayaan mitra melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Tidak hanya mahasiswa yang memperoleh pengalaman internasional, dosen UPGRIS juga berkontribusi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi guru dan sekolah mitra.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS menjelaskan bahwa pelatihan dirancang berdasarkan hasil needs assessment yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan guru di sekolah mitra.
“Kami ingin setiap program kerja sama internasional memberikan dampak yang nyata. Oleh karena itu, pelatihan ini disusun berdasarkan kebutuhan guru agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing,” jelas Ketua KUI UPGRIS.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru aktif mengikuti sesi praktik, mencoba berbagai aplikasi pembelajaran, serta berdiskusi mengenai strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar pengalaman antara dosen UPGRIS dan guru Thailand mengenai berbagai pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan di masing-masing negara.
Salah seorang guru mitra menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang diberikan oleh UPGRIS.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan banyak ide baru yang dapat kami terapkan di sekolah. Selain mempelajari teknologi pembelajaran, kami juga memperoleh inspirasi mengenai cara menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan berpusat pada siswa,” ungkap salah satu guru peserta.
Melalui kegiatan ini, UPGRIS kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas guru sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam bidang pelatihan, penelitian, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi pendidikan antara UPGRIS dan sekolah-sekolah mitra di Thailand Selatan.

