


IPCSA 5E Hasilkan Dampak Nyata bagi Sekolah Mitra di Thailand Selatan
Hat Yai, Thailand, 9 Februari 2026 – Rangkaian Program Praktik Pengalaman Lapangan dan Kuliah Kerja Nyata (PPL-KKN) Internasional Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) di Thailand Selatan resmi memasuki tahap penutupan. Selama pelaksanaan program, berbagai kegiatan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan guru, hingga implementasi hasil riset telah memberikan dampak positif bagi sekolah-sekolah mitra. Melalui pendekatan IPCSA 5E, UPGRIS berhasil menunjukkan bahwa kerja sama internasional tidak hanya berorientasi pada mobilitas akademik, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata yang berkelanjutan.
Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Al Hidayah Foundation ini melibatkan 21 mahasiswa, dosen pendamping lapangan, serta dosen pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Selama berada di Thailand Selatan, mahasiswa melaksanakan praktik mengajar di lima sekolah mitra, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mendukung pemulihan pendidikan pascabanjir, serta memperkenalkan berbagai inovasi pembelajaran hasil penelitian dosen UPGRIS.
Salah satu capaian utama program adalah meningkatnya kolaborasi antara guru Thailand dan sivitas akademika UPGRIS. Guru-guru mitra memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan Digital Teaching, berbagi praktik baik pembelajaran inovatif, serta memanfaatkan media pembelajaran berbasis STEAM yang dikembangkan oleh dosen UPGRIS. Sementara itu, mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar di lingkungan multikultural yang memperkuat kompetensi profesional, kemampuan komunikasi lintas budaya, dan kepemimpinan.
Rektor UPGRIS menyampaikan bahwa keberhasilan program ini merupakan bukti bahwa kerja sama internasional harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh seluruh pihak yang terlibat.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah kerja sama internasional tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang ditinggalkan. Melalui implementasi IPCSA 5E, UPGRIS berhasil mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan jejaring internasional dalam satu program yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah mitra maupun mahasiswa,” ujar Rektor UPGRIS.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan model IPCSA 5E, yang mengintegrasikan lima aspek utama, yaitu Education, Engagement, Empowerment, Expand, dan Evaluation. Setiap tahapan program dirancang secara sistematis mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi sehingga mampu menghasilkan luaran yang berkelanjutan, baik dalam bentuk peningkatan kompetensi mahasiswa, penguatan kapasitas guru, implementasi hasil riset, maupun pengembangan jejaring internasional.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS menjelaskan bahwa kerja sama dengan Al Hidayah Foundation akan terus dikembangkan melalui berbagai program lanjutan.
“Kolaborasi ini tidak berhenti pada pelaksanaan PPL-KKN Internasional. Kami bersama Al Hidayah Foundation telah berkomitmen untuk memperluas kerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, pelatihan guru, serta implementasi inovasi pendidikan. Kami berharap kemitraan ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” jelas Ketua KUI UPGRIS.
Apresiasi juga disampaikan oleh guru-guru mitra yang merasakan manfaat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama program berlangsung. Kehadiran mahasiswa dan dosen UPGRIS dinilai mampu memberikan perspektif baru dalam pembelajaran, memperkuat semangat belajar siswa, serta mendukung proses pemulihan pendidikan pascabanjir melalui berbagai kegiatan akademik dan sosial.
Salah seorang guru mitra menyampaikan bahwa kolaborasi bersama UPGRIS memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi sekolah.
“Kami merasa senang dapat bekerja sama dengan UPGRIS. Mahasiswa dan dosen tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun hubungan yang hangat dengan guru dan siswa. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Penutupan program ditandai dengan kegiatan refleksi bersama, penyerahan cendera mata kepada sekolah mitra, serta penyampaian evaluasi sebagai dasar penyusunan program kolaborasi berikutnya. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk terus memperkuat hubungan antara UPGRIS dan Al Hidayah Foundation dalam membangun pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui keberhasilan implementasi IPCSA 5E di Thailand Selatan, UPGRIS kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kerja sama internasional berbasis Tridarma Perguruan Tinggi. Program ini tidak hanya memperluas jejaring global universitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi sekolah mitra, masyarakat, dan pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik yang siap berkiprah di tingkat internasional.

