Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 44 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil melalui kolaborasi bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Desa Tegalarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan layanan Antenatal Care (ANC) dengan penerapan 10T bagi ibu hamil.
Layanan ANC 10T merupakan rangkaian pemeriksaan kehamilan yang bertujuan memantau kondisi kesehatan ibu dan janin sekaligus mendeteksi secara dini berbagai risiko selama kehamilan. Kegiatan ini melibatkan kader Posyandu dan bidan setempat sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan tenaga kesehatan.
Ibu Indarsih selaku perwakilan kader Posyandu menyampaikan bahwa keterlibatan kader memiliki peran penting dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu hamil di lingkungan desa.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan dari KKN 44 UPGRIS. Kolaborasi ini dapat menambah pengetahuan dan membantu kader dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil secara lebih baik,” ujar Ibu Indarsih.
Sementara itu, Ibu Hepi selaku bidan setempat menjelaskan bahwa pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.
“Pemeriksaan ANC secara rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Melalui pemeriksaan yang teratur, risiko dalam kehamilan dapat diketahui lebih awal sehingga dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Ibu Hepi.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk berkontribusi secara langsung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan. Edukasi dan pelayanan yang diberikan diharapkan dapat mendorong ibu hamil untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Erlangga selaku penanggung jawab kegiatan dari KKN 44 UPGRIS mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program KKN, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan kader Posyandu dan bidan, kami ingin membantu meningkatkan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan ANC secara rutin,” ujar Erlangga.
Kolaborasi KKN 44 UPGRIS bersama kader Posyandu dan bidan di Desa Tegalarum diharapkan dapat terus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu hamil. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat desa. (*)

