Tantangan perguruan tinggi semakin kompleks seiring perubahan teknologi digital, tuntutan produktivitas, serta persaingan di tingkat nasional dan internasional. Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mendorong jajaran dekan yang baru dilantik untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa.
Penegasan tersebut disampaikan Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., dalam Pelantikan Dekan di Lingkungan UPGRIS Masa Jabatan Antarwaktu 2023-2027 di Kampus Pusat UPGRIS, Gedung Pusat Lantai 7, 26 Agustus 2026.
Rektor mengatakan, mahasiswa baru harus menjadi salah satu fokus utama pengelolaan fakultas. Karena itu, peningkatan kualitas layanan mahasiswa perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan produktivitas akademik dan kelembagaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak dapat mengabaikan perubahan digital yang berlangsung cepat. Perubahan tersebut bukan hanya menyangkut penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga cara perguruan tinggi memberikan layanan, mengembangkan program akademik, serta merespons kebutuhan masyarakat.
“Nilai yang kita kembangkan hari ini adalah adaptif, antusias, dan berintegritas,” ujar Rektor dalam acara tersebut. Rektor meminta para dekan baru segera melakukan konsolidasi internal untuk memastikan seluruh program studi bergerak menuju peningkatan mutu. Targetnya, seluruh program studi di lingkungan UPGRIS dapat mencapai predikat unggul.
Pada saat yang sama, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pelantikan tersebut, tiga pejabat dikukuhkan sebagai dekan. Rr. Hawik Ervina Indiworo, S.E., M.M., dilantik sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Kemudian, Dr. Siti Fitriana, S.Pd., M.Pd., Kons., sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), serta Dr. Endang Wuryandini, M.Pd., sebagai Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial Keolahragaan (FPIPSKR).
Ketua YPLP PT PGRI Semarang, Dr. Sri Suciati, M.Hum., mengatakan dekan yang baru dilantik perlu segera menyelaraskan kepemimpinan dengan tantangan yang dihadapi masing-masing fakultas. Kepemimpinan tersebut, menurut dia, perlu dibangun dengan suasana yang hangat dan penuh empati, tetapi tetap tegas dalam menjaga integritas dan kualitas. Diingatkan bahwa visi kelembagaan harus diterjemahkan menjadi tindakan yang konsisten. “Visi tanpa aksi hanya akan menjadi halusinasi,” katanya.
Ia meminta para dekan memusatkan perhatian pada pengelolaan program studi serta menjalankan berbagai program secara konsisten. Dengan demikian, arah pengembangan fakultas tidak berhenti pada perumusan gagasan, tetapi menghasilkan perubahan yang dapat diukur.
Sementara itu, Pembina YPLP PT PGRI Semarang, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya loyalitas terhadap lembaga. Menurut dia, kepentingan institusi harus ditempatkan di atas kepentingan personal maupun kelompok. “Tidak boleh ada loyalitas orang, tetapi loyalitas lembaga,” ujar Muhdi.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga perilaku dan kinerja yang baik demi kemajuan institusi. Salah satu agenda penting yang harus menjadi perhatian bersama adalah penerimaan mahasiswa baru. Keberlanjutan perguruan tinggi, kata dia, sangat berkaitan dengan kemampuan institusi menarik dan memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa.
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi jajaran fakultas untuk memperkuat kerja bersama. Di tengah perubahan digital dan kompetisi pendidikan tinggi yang semakin terbuka, UPGRIS menempatkan peningkatan mutu layanan mahasiswa, penguatan program studi, penerimaan mahasiswa baru, serta dampak tridarma sebagai pekerjaan rumah yang harus dikerjakan secara berkelanjutan. (*)

