Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 30 Desa Rejosari melaksanakan program kerja sosialisasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) dengan bijak kepada siswa MA Al Wakhidiyah, Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja di bidang literasi digital yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara tepat, bertanggung jawab, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memperkenalkan berbagai perkembangan teknologi AI yang saat ini semakin mudah diakses oleh masyarakat. Siswa diberikan pemahaman mengenai manfaat AI, cara menggunakan AI sebagai alat bantu belajar, serta pentingnya memahami batasan dan risiko dalam penggunaannya.
Selain memperkenalkan manfaat AI, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan AI secara bijak. Siswa diajak untuk tidak menjadikan AI sebagai pengganti proses berpikir, melainkan sebagai alat bantu untuk mencari ide, memahami materi, melakukan eksplorasi informasi, dan meningkatkan kreativitas.
Sekretaris Bidang Literasi Digital KKN UPGRIS Kelompok 30, Hafizh Zaldy Alghani, mengatakan bahwa perkembangan AI yang semakin pesat perlu diimbangi dengan pemahaman dan kemampuan literasi digital yang baik, khususnya bagi pelajar.
“Tujuan kami melaksanakan sosialisasi ini adalah agar siswa tidak hanya mengetahui bahwa AI bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami bagaimana cara menggunakannya dengan benar dan bertanggung jawab. AI seharusnya menjadi alat bantu untuk belajar dan mengembangkan kemampuan, bukan membuat kita berhenti berpikir,” ujar Hafizh Zaldy Alghani.
Menurut Hafizh, penggunaan AI di kalangan pelajar memiliki banyak manfaat apabila dilakukan secara tepat. AI dapat membantu siswa menemukan referensi, mendapatkan penjelasan mengenai materi yang sulit dipahami, mencari ide untuk tugas, hingga membantu mengembangkan kreativitas.
“AI memiliki banyak manfaat jika digunakan dengan bijak. Namun, siswa juga harus tetap melakukan verifikasi terhadap informasi yang diberikan AI karena tidak semua jawaban yang dihasilkan selalu benar. Yang paling penting adalah tetap berpikir kritis dan tidak langsung menerima semua informasi dari AI,” tambahnya.
Hafizh juga menekankan pentingnya etika dalam menggunakan AI, terutama dalam kegiatan akademik. Menurutnya, siswa perlu memahami bahwa penggunaan AI untuk membantu proses belajar berbeda dengan menggunakan AI untuk menggantikan seluruh proses pengerjaan tugas.
“Ketika menggunakan AI untuk tugas sekolah, kita tetap harus memahami materi dan mengolah kembali informasi yang diperoleh. Jangan sampai AI justru membuat kita menjadi malas berpikir. Kami ingin siswa bisa memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kemampuan, bukan bergantung sepenuhnya kepada teknologi,” ungkap Hafizh.
Sementara itu, Rara Novitasari, salah satu siswa kelas XI MA Al Wakhidiyah, mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, selama ini AI lebih banyak dikenal sebagai teknologi yang dapat membantu menjawab pertanyaan, tetapi ternyata penggunaannya memiliki banyak manfaat lain apabila dimanfaatkan secara tepat.
“Menurut saya kegiatan ini menarik karena jadi lebih tahu bagaimana menggunakan AI dengan benar. Sebelumnya saya lebih sering menggunakan AI untuk mencari jawaban, tetapi dari kegiatan ini saya jadi tahu bahwa AI juga bisa digunakan untuk mencari ide, membantu memahami pelajaran, dan mengembangkan kreativitas,” ujar Rara Novitasari.
Rara juga mengatakan bahwa materi mengenai penggunaan AI secara bijak menjadi hal yang penting bagi pelajar karena perkembangan teknologi saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih memahami bahwa kita tidak boleh langsung percaya dengan jawaban dari AI. Kita tetap harus mengecek kembali informasi dan menggunakan AI sebagai bantuan untuk belajar,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam pembahasan mengenai penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari dan dunia pendidikan. Para siswa juga diberikan contoh pemanfaatan AI yang dapat dilakukan secara positif, seperti membantu memahami materi pelajaran, membuat rangkuman, mencari ide kreatif, melakukan brainstorming, serta membantu menyusun konsep pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 berharap siswa MA Al Wakhidiyah dapat menjadi pengguna teknologi yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Literasi mengenai AI diharapkan dapat membantu siswa menghadapi perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkan peluang yang diberikan oleh kecerdasan buatan.
Program sosialisasi penggunaan AI dengan bijak ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN UPGRIS Kelompok 30 dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan pendidikan Desa Rejosari. Mahasiswa berharap pengetahuan yang diberikan tidak hanya bermanfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan oleh siswa dalam kegiatan belajar dan kehidupan sehari-hari. (*)

