Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 5 melaksanakan pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus pemasangan banner usaha bagi UMKM Rumah Snack di Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (21/08/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja bidang kewirausahaan untuk mendorong digitalisasi transaksi sekaligus memperkuat identitas usaha pelaku usaha mikro di desa tersebut.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mendampingi pemilik UMKM Rumah Snack, Ibu Ijah, dalam proses pendaftaran QRIS mulai dari penyiapan dokumen persyaratan, pengisian data usaha, hingga proses aktivasi akun QRIS agar dapat langsung digunakan untuk menerima pembayaran digital dari pembeli.
Selain pendampingan teknis pembuatan akun, mahasiswa KKN turut memberikan edukasi mengenai cara penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari, termasuk cara mengecek mutasi pembayaran serta pentingnya mencatat transaksi digital secara rutin agar pembukuan usaha lebih rapi dan mudah dipantau.
Tidak hanya mendampingi digitalisasi pembayaran, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 juga memasang banner usaha di depan lokasi UMKM Rumah Snack. Banner tersebut memuat nama usaha, jenis produk yang dijual, serta kode QRIS, sehingga memudahkan calon pembeli mengenali lokasi usaha sekaligus langsung melakukan transaksi digital di tempat.
Penanggung jawab program kerja bidang kewirausahaan, Ahmad Agung Khikmatulloh, menjelaskan bahwa pendampingan QRIS dan pemasangan banner ini digagas untuk membantu pelaku UMKM di Desa Randugunting agar tidak tertinggal dari perkembangan sistem pembayaran digital, sekaligus memiliki identitas usaha yang lebih dikenal masyarakat.
“Sekarang banyak pembeli, terutama anak muda, yang lebih memilih bayar pakai QRIS daripada uang tunai. Kalau UMKM belum punya QRIS, otomatis peluang penjualan bisa berkurang. Makanya kami dampingi langsung dari awal sampai QRIS-nya aktif dan siap dipakai. Banner usaha juga kami pasang supaya lokasi Rumah Snack lebih mudah dikenali warga maupun pembeli dari luar desa,” ujar Ahmad.
Senada dengan hal tersebut, Anis Arifa selaku penanggung jawab kegiatan menambahkan bahwa pendampingan ini juga bertujuan meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap UMKM,
“Dengan adanya QRIS, pembeli jadi lebih mudah bertransaksi tanpa perlu membawa uang cash. Ditambah dengan banner usaha, Bu Ijah jadi punya identitas usaha yang lebih jelas dan mudah dikenali, sehingga bisa memperluas jangkauan pembeli, termasuk dari luar desa yang sebelumnya mungkin ragu berbelanja karena keterbatasan uang tunai,” karena transaksi digital dinilai lebih praktis, aman, dan transparan dibandingkan transaksi tunai, sementara banner usaha membantu memperkuat branding UMKM Rumah Snack.” kata Arifa.
Pemilik UMKM Rumah Snack, Ibu Ijah, mengaku senang dan terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. Menurutnya, selama ini ia hanya menerima pembayaran tunai dan belum memiliki banner usaha yang menandai lokasi jualannya.
“Saya senang sekali dibantu adik-adik KKN. Sekarang usaha saya sudah bisa terima pembayaran QRIS, dan sudah ada banner juga di depan rumah jadi orang lebih gampang tahu kalau di sini jualan snack. Semoga ini bisa bikin dagangan saya makin laris,” ujarnya.
Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Randugunting yang beralih ke sistem pembayaran digital dan memiliki identitas usaha yang lebih dikenal, sehingga dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas jangkauan pembeli, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

