Kepedulian alumni terhadap almamater dinilai menjadi salah satu kekuatan penting bagi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk terus berkembang. Hubungan yang terjaga antara perguruan tinggi dan para lulusannya tidak hanya memperkuat jejaring alumni. Tetapi juga membuka ruang kolaborasi untuk mendukung berbagai program kampus.
Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengatakan, pertemuan dengan alumni menjadi momentum penting untuk menjaga hubungan baik antara kampus dan para lulusan. Menurutnya, keberadaan alumni yang tetap memiliki kepedulian terhadap almamater menunjukkan bahwa hubungan antara perguruan tinggi dan lulusan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Rektor dalam Workshop BK UPGRIS untuk Guru BK SMA/SMK/MA dengan mengangkat tema “Analisis Potensi Karir Siswa”yang diselenggarakan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), UPT Humas dan PMB UPGRIS bersama IKA BK UPGRIS di Kampus IV UPGRIS, Semarang, 11 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi terhadap para alumnus BK UPGRIS yang banyak memilih profesi sebagai pendidik. Kiprah para lulusan di sekolah merupakan bagian penting dari kontribusi alumni terhadap masyarakat sekaligus almamater.
“Saya bangga alumnus banyak yang memilih mengabdi menjadi pendidik. Tanpa bapak ibu semua UPGRIS tak ada apa-apanya,” ucap Rektor.
Rektor berharap para alumni turut membantu memperkenalkan UPGRIS kepada siswa di sekolah tempat mereka mengabdi. Guru, khususnya guru bimbingan dan konseling (BK), memiliki posisi strategis dalam membantu siswa menentukan pilihan pendidikan dan karier setelah lulus sekolah.
“Bantulah kami untuk menyosialisasikan UPGRIS di sekolah para guru sekalian. Guru BK sangat menentukan pilihan siswa untuk mendaftar kuliah,” katanya.
Rektor menilai peran guru BK tidak sebatas memberikan pendampingan ketika siswa menghadapi persoalan belajar maupun pribadi. Guru BK juga berperan dalam membantu siswa mengenali potensi, minat, dan pilihan karier, termasuk menentukan perguruan tinggi yang sesuai dengan rencana masa depan mereka.
Karena itu, kegiatan workshop tersebut tidak hanya menjadi forum peningkatan kompetensi guru BK, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara UPGRIS, alumni, dan sekolah. Relasi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas bagi siswa dan dunia pendidikan.
Perwakilan Alumni BK UPGRIS, Tulus Wardoyo, S.Pd., M.Pd., mengatakan, kerja sama antara alumni dan almamater merupakan hal penting untuk memperkuat sinergi. Alumni, kata dia, memiliki pengalaman dan jaringan yang dapat dikembangkan bersama dengan berbagai program yang dijalankan perguruan tinggi.
“Kerja sama antara alumni dengan kampus akan semakin mengsinergikan antara para lulusan dengan program di kampus. Harapannya ke depan alumnus bisa semakin berperan terhadap almamater,” ujar Tulus.
Tulus berharap hubungan yang telah terjalin antara alumni BK dan UPGRIS dapat semakin kuat. Dengan keterlibatan alumni dalam berbagai program kampus, kontribusi lulusan tidak hanya menjadi catatan keberhasilan almamater, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas manfaat pendidikan kepada masyarakat.(*)

