Haornas di UPGRIS, Rektor Tekankan Tubuh Sehat Modal Utama untuk Bekerja

Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik. Tetapi juga menjadi bagian penting untuk menunjang produktivitas dan kualitas kerja. Kesadaran tersebut perlu dibangun melalui kebiasaan hidup sehat yang dilakukan secara konsisten, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., mengatakan, tradisi olahraga perlu terus dirawat di lingkungan kampus. Kegiatan olahraga bersama, menurut Rektor, menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kesadaran tentang kesehatan. Kesehatan adalah modal penting bagi setiap orang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Terima kasih telah menginisiasi program senam dan peringatan hari olahraga. Ini bukti UPGRIS punya tradisi sehat. Masing-masing punya bidang yang berguna untuk menyehatkan. Betapa pentingnya olahraga. Tubuh sehat adalah modal utama untuk bekerja lebih baik,” ujar Sapto saat membuka kegiatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Kampus IV UPGRIS, 11 September 2026.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan (FPIPSKR) UPGRIS. Kegiatan dipusatkan di halaman Kampus IV dan diikuti sivitas akademika UPGRIS.

Sejumlah mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan lembaga, hingga jajaran pimpinan universitas turut mengikuti kegiatan senam bersama. Kehadiran berbagai unsur sivitas akademika tersebut membuat peringatan Haornas tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan melalui aktivitas fisik.

Rektor mengatakan, UPGRIS memiliki modal akademik yang kuat untuk mengembangkan budaya olahraga. Keberadaan Program Studi PJKR menjadi bagian penting dari upaya tersebut karena perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang keolahragaan.

“Kita punya Prodi PJKR, punya rumah besar untuk menghasilkan tenaga olahraga profesional,” kata Sapto.

Menurut Rektor, keberadaan program studi yang bergerak di bidang keolahragaan perlu diikuti dengan praktik dan budaya hidup sehat di lingkungan kampus. Dengan demikian, olahraga tidak hanya dipelajari sebagai disiplin ilmu, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sivitas akademika.

Peringatan Haornas di UPGRIS juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas akademik dan pekerjaan yang semakin padat. Rutinitas perkuliahan, penelitian, pelayanan administrasi, serta berbagai kegiatan kelembagaan membutuhkan kondisi fisik yang prima. (*)