Era Baru UPGRIS di Bawah Kepemimpinan Rektor Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H.

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memasuki fase baru kepemimpinan setelah Dr. H. Sapto Budoyo, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Rektor UPGRIS periode 2026–2030. Pelantikan dilakukan dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan yang digelar di gedung pusat UPGRIS, Sabtu (30/5/2026).

Pelantikan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Besar PGRI, pimpinan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPLPPT) PGRI Semarang, perwakilan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, mitra strategis, hingga civitas akademika UPGRIS. Suasana berlangsung khidmat sejak awal hingga akhir acara.

Sapto Budoyo sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Ia menjadi calon rektor tunggal setelah melewati rangkaian tahapan seleksi, termasuk penyampaian visi, misi, serta program kerja di hadapan senat akademik universitas.

Dalam kepemimpinan baru ini, Sapto menggantikan Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., yang menuntaskan masa jabatannya dengan capaian penting berupa raihan akreditasi institusi “Unggul” bagi UPGRIS. Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi pengembangan kampus pada periode berikutnya.

Usai dilantik, Sapto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya. Menurut dia, perguruan tinggi perlu bergerak cepat menghadapi perubahan kebijakan pendidikan tinggi dan dinamika global yang terus berkembang.

“Perjalanan UPGRIS dari masa ke masa telah menunjukkan lompatan besar. Tugas kami saat ini, dengan amanah yang telah diberikan, adalah melanjutkan fondasi keunggulan institusi ini, mempertajam reputasi akademik di kancah nasional, serta menapakkan kaki menuju rekognisi internasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi era digitalisasi. Menurut Sapto, transformasi teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan nilai kebangsaan.

“Tantangan ke depan bukan lagi soal siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Namun, transformasi digital di UPGRIS harus tetap berjalan selaras dengan penguatan karakter, nilai-nilai kebangsaan, dan budi pekerti yang luhur agar lulusan kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas,” kata dia.

Pelantikan rektor baru tersebut menjadi titik awal pelaksanaan berbagai program kerja UPGRIS untuk empat tahun mendatang. Pihak kampus berharap kepemimpinan baru mampu menjaga kesinambungan prestasi sekaligus memperkuat posisi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

Rangkaian acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada rektor terpilih dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan serta pimpinan universitas.