Penerjunan 399 Mahasiswa KKN UPGRIS di Kabupaten Semarang, Diharapkan Mampu Gali Potensi Ekonomi Lokal

Sebanyak 399 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Semarang, 30 Juli 2026. Didampingi 10 dosen pembimbing lapangan, para mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mampu mengenali sekaligus mengembangkan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.

Penerjunan mahasiswa KKN berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten Semarang dan menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai desa. Program ini sekaligus melanjutkan kemitraan yang telah lama terjalin antara UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Universitas PGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menegaskan, Kabupaten Semarang merupakan salah satu mitra strategis yang selama ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung bersama masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan KKN tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang selalu membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Kabupaten Semarang adalah mitra yang sangat baik. Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya karena Universitas PGRI Semarang kembali diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan KKN,” ujarnya.

Rektor mengatakan, pengalaman berada di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa. Di lapangan, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga belajar memahami dinamika sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat secara langsung.

Karena itu, Rektor berpesan agar seluruh peserta KKN mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat bertugas. Sikap antusias, integritas, serta kemampuan membangun komunikasi dinilai menjadi bekal utama dalam menjalankan program pengabdian.

“Kehadiran mahasiswa selalu dinantikan masyarakat karena mampu memberikan manfaat. Jagalah kerja sama yang baik, baik dengan sesama mahasiswa, warga, maupun para tokoh masyarakat di lokasi KKN,” katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Dra. Hendy Lestari, M.M., yang mewakili Pemerintah Kabupaten Semarang, menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Semarang berhalangan hadir pada acara tersebut akibat agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam sambutannya, Hendy mendorong mahasiswa memanfaatkan masa KKN untuk mengenali berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Semarang. Menurut dia, setiap daerah memiliki kekayaan sumber daya dan produk unggulan yang dapat dikembangkan melalui inovasi serta promosi yang lebih luas.

Ia berharap mahasiswa mampu berkontribusi dalam mengangkat potensi ekonomi masyarakat sehingga semakin dikenal oleh publik dan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha maupun masyarakat setempat.

“Galilah potensi yang ada di Kabupaten Semarang. Bantu agar potensi ekonomi masyarakat semakin dikenal sehingga mampu mendatangkan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa, kegiatan KKN juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Melalui sinergi tersebut, hasil-hasil akademik dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Heri Prabowo, S.E., M.M., Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pengembangan Dr. Agus Sutono, S.Fil., M.Phil., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., serta Sekretaris LPPM Dr. Joko Siswanto, M.Pd. (*)