Rektor UPGRIS: KKN adalah Laboratorium Kehidupan untuk Menghadirkan Solusi bagi Masyarakat

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perguruan tinggi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026.

Sebanyak 1.130 mahasiswa diterjunkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan dengan membawa semangat UPGRIS Berdampak, sebuah pendekatan yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai ruang penerapan ilmu sekaligus pemberdayaan warga. Penerjunan mahasiswa berlangsung di Gedung Balairung UPGRIS, 29 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik yang harus dipenuhi mahasiswa, melainkan laboratorium kehidupan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata di tengah masyarakat.

“KKN merupakan ruang pembelajaran yang sesungguhnya. Tempat ilmu pengetahuan bertemu dengan realitas kehidupan masyarakat. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kecanggihan teori, tetapi dari sejauh mana ilmu mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Rektor.

Menurut Rektor, kehadiran mahasiswa di desa bukan untuk menggantikan peran masyarakat, melainkan menjadi mitra yang membantu mengembangkan potensi lokal melalui inovasi, pendampingan, serta penerapan ilmu pengetahuan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sehingga program yang dijalankan memiliki keberlanjutan setelah masa KKN berakhir.

Rektor juga mengingatkan bahwa seluruh peserta membawa nama baik universitas selama menjalankan pengabdian. Karena itu, mahasiswa diminta menjaga sikap, etika, dan profesionalisme dalam berinteraksi dengan masyarakat. Mereka tidak hanya merepresentasikan diri sendiri, tetapi juga menjadi duta UPGRIS di tengah kehidupan warga.

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan KKN UPGRIS Arisul Ulumuddin, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, tema “KKN UPGRIS Berdampak” dipilih untuk memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi masyarakat. Program kerja diarahkan pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, literasi digital, pencegahan penyalahgunaan narkoba, penanganan stunting, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko kebencanaan.

Pelaksanaan KKN tahun ini berlangsung mulai 29 Juli hingga 2 September 2026. Mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Bergas, Ambarawa, Plantungan, Mranggen, Karangawen, serta Kecamatan Gubug. Sebanyak 34 dosen pembimbing lapangan turut mendampingi pelaksanaan program di lokasi-lokasi tersebut.

Selain pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, luaran KKN juga diarahkan pada peningkatan aktivitas pemberdayaan warga, publikasi di media massa, penyusunan artikel ilmiah pengabdian, produksi video, penyelenggaraan ekspo hasil KKN, serta laporan kegiatan. Dengan demikian, dampak pengabdian tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga terdokumentasi sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik baik pemberdayaan masyarakat.

Dalam penerjunan tersebut, hadir secara langsung Kepala LPPM, Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., serta hadir secara lengkap para wakil rektor, yaitu Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.T., M.Pd., sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si., sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Dr. Heri Prabowo, S.E., M.M., sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, serta Dr. Agus Sutono, S.Fil., M.Phil., sebagai Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pengembangan.(*)