Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membekali 550 mahasiswa yang akan mengikuti program magang kerja/industri pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Melalui pembekalan yang digelar di Gedung Pusat Lantai 7, 17 Juli 2026, kampus berupaya menyiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kepala Pusat Karier, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), dan Pemagangan Lembaga Pengembangan Profesi UPGRIS, Dr. Prasetiyo, S.Pd., M.Pd., mengatakan, peserta pembekalan berasal dari enam program studi, yakni Manajemen, Bisnis Digital, Hukum, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil. Dari jumlah tersebut, sebanyak 472 mahasiswa merupakan mahasiswa reguler, sedangkan sisanya berasal dari kelas karyawan.
Menurut Prasetiyo, pembekalan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teknis pelaksanaan magang, tetapi juga membangun kesiapan mahasiswa memasuki budaya kerja profesional.
Wakil Rektor Bidang Akademik UPGRIS, Dr. Muniroh Munawar, S.Pi., M.Pd., menyebut semester ketujuh merupakan fase penting bagi mahasiswa karena menjadi titik peralihan dari kehidupan akademik menuju dunia profesional.
“Ini adalah gerbang transisi. Mahasiswa tidak hanya menyelesaikan proses belajar di kampus, tetapi mulai memasuki dunia kerja, bahkan dunia kerja internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa akan menjalani magang di berbagai daerah, seperti Semarang, Bandung, dan sejumlah kota lainnya. Karena itu, pengalaman di lapangan harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar untuk mengasah kompetensi sekaligus membentuk karakter profesional.
Menurut Muniroh, magang merupakan laboratorium nyata yang mempertemukan mahasiswa dengan persoalan riil di dunia kerja. Di lingkungan tersebut, kemampuan memecahkan masalah, bekerja sama, dan beradaptasi menjadi keterampilan yang sama pentingnya dengan penguasaan ilmu.
Ia juga mengingatkan bahwa perusahaan kerap menjadikan program magang sebagai sarana menjaring calon tenaga kerja. Mahasiswa yang menunjukkan kinerja dan etika kerja yang baik berpeluang memperoleh tawaran bekerja setelah masa magang berakhir.
“Pengalaman magang nantinya juga akan tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Karena itu, jagalah sikap dan etika selama berada di tempat magang. Attitude yang baik akan menjadi modal penting untuk membangun karier,” katanya.
Selain pembekalan umum, mahasiswa mengikuti sesi khusus yang disesuaikan dengan bidang industri masing-masing. Materi “Produktivitas di Tempat Kerja bagi Mahasiswa Magang” disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM), Rizki Nuansa Hadyan, S.Psi., M.M., Psikolog, CPHRM, CCP, dengan moderator Dr. Bayu Kurniawan, S.Kom., M.M.
Sementara itu, materi mengenai teknis pelaksanaan magang dan penggunaan Sistem Informasi Magang Kerja (SIMEKAR) disampaikan oleh Dr. Prasetiyo bersama Saeful Fahmi, S.Kom., M.Kom., dengan moderator Imadudin Harjanto, S.T., M.Eng.
Pada sesi berikutnya, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai etika profesi dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3). Materi umum disampaikan oleh Indra Setiawan, Officer Budaya dan GCG PT PLN Indonesia Power UBP Semarang.
Selanjutnya, setiap program studi mengikuti pembekalan yang lebih spesifik sesuai bidangnya. Pihak kampus menghadirkan praktisi industri dan profesi, antara lain David Berthoni dari PT Autonics Indonesia untuk Teknik Elektro, Sudadi dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk Teknik Sipil, Teguh Pribadi dari PT Akurasi Prima Toolsindo untuk Teknik Mesin, serta Rhanti Mahardika Jhon, S.H., M.H., Bendahara Dewan Kehormatan dan Panitera Majelis Peradi, untuk mahasiswa Program Studi Hukum.
Melalui pembekalan tersebut, UPGRIS berharap mahasiswa tidak hanya siap melaksanakan program magang secara administratif, tetapi juga memiliki bekal kompetensi, etika profesi, dan budaya kerja yang dibutuhkan industri. Pengalaman magang dapat menjadi jembatan yang memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.(*)

