Potensi kopi di Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai produk unggulan daerah. Berada di kawasan perbukitan dengan kondisi alam yang mendukung, masyarakat desa telah lama membudidayakan kopi sebagai salah satu komoditas andalan. Namun, produk kopi yang dihasilkan selama ini masih dipasarkan secara sederhana, tanpa merek, label, maupun identitas produk yang mampu memperkuat daya saing di pasar.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa MAHESA Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang menjalankan program pengabdian di Desa Tirtomulyo menginisiasi pendampingan pengembangan identitas produk kopi lokal. Program yang dilaksanakan pada 10 Juli 2026 itu bertujuan meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas melalui penguatan aspek branding.
Kegiatan diawali dengan observasi dan diskusi bersama petani kopi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perangkat desa. Dari hasil pemetaan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa kualitas kopi lokal sebenarnya memiliki potensi bersaing. Akan tetapi, produk masih menghadapi kendala pada aspek pengemasan dan identitas visual yang menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam memilih sebuah produk.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep branding secara menyeluruh, mulai dari penentuan nama produk, perancangan logo, desain label kemasan, hingga penyusunan informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Label yang dikembangkan memuat identitas produk, berat bersih, komposisi, informasi produsen, serta desain visual yang merepresentasikan karakter Desa Tirtomulyo sebagai sentra penghasil kopi.
Selain itu, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya kemasan yang menarik serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan platform perdagangan daring. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk kopi lokal.
Koordinator Desa Tirtomulyo MAHESA UPGRIS, Dzikra Samawi Ahmad, mengatakan bahwa branding merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Menurut dia, kualitas produk akan memiliki nilai tambah apabila didukung kemasan dan label yang informatif serta menarik. Karena itu, inovasi sederhana berupa penyusunan identitas produk dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat citra kopi Desa Tirtomulyo.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Desa Tirtomulyo, Usman Munib. Ia menilai pendampingan yang dilakukan mahasiswa menjadi upaya nyata dalam memperkenalkan potensi kopi desa kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran label dan merek produk, menurutnya, diharapkan menjadi fondasi lahirnya produk unggulan desa yang mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain menambah wawasan mengenai pentingnya branding, kegiatan itu diharapkan mampu mendorong petani dan pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta memperluas jaringan pemasaran. Melalui penguatan identitas produk, kopi khas Desa Tirtomulyo diharapkan tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat setempat. (*)

