Harumkan Nama Indonesia, Delegasi UPGRIS Raih Best Performance di UTP Malaysia

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Melalui penampilan budaya yang memukau pada Festival of the Colours of the World (FESCO) 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia, delegasi UPGRIS berhasil meraih penghargaan Best Performance, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis dengan salah satu universitas terbaik di Malaysia tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada 13 Juni 2026 ini diikuti oleh 47 institusi pendidikan dari Malaysia dan negara lainnya dalam ajang pertukaran budaya internasional yang bertujuan memperkuat persatuan dalam keberagaman, membangun jejaring global antarmahasiswa, serta mengembangkan kompetensi generasi muda melalui seni dan budaya.

UPGRIS mengirimkan empat mahasiswa terbaik sebagai delegasi budaya Indonesia, yaitu Dwi Fitrianti (Program Studi Bimbingan dan Konseling), Nafisa Arum Pramesti (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah), Andika Anindiya Wardhani (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Nadya Cantika Laila Fadhila (Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini). Delegasi didampingi oleh Mega Novita, Ph.D., Kepala Bagian Kerja Sama Luar Negeri UPGRIS.

Partisipasi ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas, yaitu Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Dr. Muniroh Munawar, M.Pd., serta Kepala UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional, Dr. Nur Hidayat, M.Hum. Keterlibatan mahasiswa dalam ajang internasional ini merupakan bagian dari komitmen UPGRIS dalam memperluas pengalaman global mahasiswa sekaligus memperkuat posisi universitas dalam jejaring pendidikan tinggi dunia.

Pada ajang tersebut, delegasi UPGRIS membawakan Tari Warak Dugder, tarian yang terinspirasi dari ikon budaya Kota Semarang, yaitu Warak Ngendog. Penampilan ini mengangkat nilai-nilai keberagaman, toleransi, persatuan, dan harmoni yang telah lama menjadi identitas masyarakat Semarang. Melalui panggung internasional FESCO 2026, mahasiswa UPGRIS memperkenalkan budaya lokal Indonesia kepada peserta dan tamu undangan dari berbagai negara.

Persiapan penampilan dilakukan secara intensif dengan pendampingan dan pembinaan dari Prasena Arisyanto, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Wawan Priyatno. Keduanya berperan penting dalam penguatan konsep artistik, pemaknaan budaya, serta kesiapan teknis delegasi sebelum tampil di hadapan juri dan peserta internasional.

Dalam susunan acara resmi FESCO 2026, Universitas PGRI Semarang memperoleh kesempatan tampil sebagai delegasi internasional pada sesi utama festival. Penampilan Tari Warak Dugder mendapat apresiasi meriah dari peserta, penyelenggara, dan dewan juri yang hadir pada kegiatan tersebut.

Puncaknya, Universitas PGRI Semarang berhasil meraih penghargaan Best Performance, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada penampil terbaik dalam Festival of the Colours of the World 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas pertunjukan, kreativitas mahasiswa, serta keberhasilan UPGRIS dalam menghadirkan representasi budaya Indonesia yang kuat, autentik, dan berdaya tarik global.

Lebih dari sekadar prestasi mahasiswa, keikutsertaan UPGRIS dalam FESCO 2026 juga menjadi momentum strategis bagi penguatan internasionalisasi institusi. Pada kesempatan yang sama, UPT Kerja Sama dan Urusan Internasional UPGRIS melakukan komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) untuk pengembangan berbagai program kolaboratif di masa mendatang.

Penjajakan tersebut mencakup peluang kerja sama di bidang student mobility, pertukaran dosen, joint research, visiting professor, international conference, hingga pengembangan program akademik internasional lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi UPGRIS dalam memperluas jejaring global dengan perguruan tinggi bereputasi internasional.

Momentum ini semakin istimewa karena berlangsung tidak lama setelah UPGRIS berhasil meraih QS Stars 4 Stars Overall, sebuah pencapaian internasional yang menegaskan kualitas dan daya saing universitas di tingkat global. Capaian tersebut menjadi energi baru bagi UPGRIS untuk terus memperluas kolaborasi internasional dan menghadirkan lebih banyak kesempatan global bagi mahasiswa maupun dosen.

Mega Novita, Ph.D. menyampaikan bahwa keberhasilan meraih penghargaan Best Performance sekaligus membuka peluang kerja sama dengan UTP menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi juga melalui diplomasi budaya, prestasi mahasiswa, dan interaksi langsung dengan mitra internasional.

“FESCO 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa UPGRIS mampu tampil percaya diri di panggung internasional sekaligus menjadi duta budaya Indonesia. Di sisi lain, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan Universiti Teknologi PETRONAS dan berbagai institusi internasional lainnya. Ini merupakan langkah konkret UPGRIS dalam memperkuat reputasi global pasca pencapaian QS Stars 4 Stars Overall,” ungkapnya.

Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen UPGRIS untuk terus menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Melalui sinergi antara prestasi mahasiswa, pelestarian budaya, dan penguatan kerja sama internasional, UPGRIS terus melangkah menuju kampus yang semakin diakui di tingkat regional maupun dunia.