Semarang, Selasa 7 April 2026 – Mahasiswa magang kependidikan dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan di SDN Bojong Salaman 01 Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Peduli Lingkungan melalui SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) dengan fokus pada pengelolaan sampah plastik, khususnya botol dan cup plastik.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa menjelaskan bahwa lingkungan yang kotor akibat sampah dapat memicu berbagai bencana alam, seperti banjir. Oleh karena itu, siswa diajak untuk memahami bahwa membuang sampah pada tempatnya merupakan langkah sederhana namun sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Setelah penyampaian materi, siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga langsung diajak untuk praktik. Setiap siswa diminta untuk membuang sampah botol plastik yang mereka miliki ke dalam tempat sampah yang telah disediakan sesuai jenisnya. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kebiasaan baik sejak dini agar siswa terbiasa membuang dan memilah sampah dengan benar.
Selanjutnya, mahasiswa mengajak siswa untuk memilah sampah botol dan cup plastik yang telah dikumpulkan. Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah khusus sebagai langkah awal pembentukan bank sampah di sekolah. Pembentukan bank sampah ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan baik kepada siswa dalam mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab. Selain itu, bank sampah juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomis, di mana sampah yang telah dipilah dapat dikumpulkan dan bernilai guna.
Salah satu mahasiswa magang, Eka Ayu Fitriyani, menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa sampah bukan hanya untuk dibuang, tetapi juga bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.”
Sementara itu, pihak sekolah juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Salah satu guru Ibu Elly Krisanti, S.Pd menyampaikan, “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena dapat memberikan edukasi yang bermanfaat bagi siswa. Harapannya, kebiasaan memilah sampah ini dapat terus diterapkan di lingkungan sekolah maupun di rumah.”
Selain itu, Pak Joko Purwanto, S.Pd juga menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa salah satu hal yang berkesan bagi dirinya yaitu adanya penerapan aksi nyata dalam penanggulangan bencana, khususnya melalui pengelolaan sampah. Mahasiswa telah membuat tempat sampah yang digunakan untuk memisahkan sampah plastik.
Mengingat sampah plastik merupakan sampah anorganik yang sangat sulit terurai, maka dengan adanya tempat sampah plastik ini diharapkan sampah dapat dipilah dan didaur ulang kembali, keberadaan tempat sampah khusus ini diharapkan dapat membantu proses pemilahan sehingga sampah plastik dapat didaur ulang kembali.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga langsung melibatkan siswa dalam praktik nyata di lingkungan sekolah. Hal ini dinilai sangat efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi lingkungan di masa depan. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak, baik dari sekolah maupun masyarakat sekitar.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa magang UPGRIS juga berharap program bank sampah ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya positif di sekolah. (*)

